Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahKeamananLombokLombok BaratLombok Utara

Pengerjaan KDMP Desa Langko Dipercepat, Warga dan TNI Bersatu

×

Pengerjaan KDMP Desa Langko Dipercepat, Warga dan TNI Bersatu

Share this article

Lombok Barat, NTB – Proses pengerjaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, yang berada di wilayah teritorial Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada, kini memasuki tahap akhir. Memastikan target penyelesaian tercapai tepat waktu, percepatan pengerjaan dilakukan secara intensif melalui kolaborasi antara masyarakat setempat dan anggota Koramil 1606-08/Narmada, Rabu (28/1/2026).

 

Suasana kebersamaan tampak nyata di lokasi kegiatan. Warga dengan penuh semangat bahu-membahu bersama prajurit TNI, menyelesaikan setiap detail pekerjaan yang tersisa. Tidak sekadar bekerja, proses ini menjadi ruang interaksi sosial yang menghidupkan kembali nilai gotong royong sebagai kekuatan utama masyarakat pedesaan.

 

Komandan Koramil (Danramil) 1606-08/Narmada, Kapten Inf I Ketut Wiliyana bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Langko Sertu Muhammad Faesal, turun langsung ke lapangan untuk memantau jalannya pengerjaan. Kehadiran Danramil bersama Babinsa bukan hanya memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga, tetapi juga memberi motivasi moral bagi seluruh pihak yang terlibat.

 

“Percepatan ini bukan semata mengejar target waktu, tetapi memastikan hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kebersamaan inilah yang menjadi kunci,” ungkap Sertu Muhammad Faesal di sela perbincangan bersama Danramil 1606-08/Narmada.

 

KDMP Desa Langko diharapkan menjadi sarana pendukung yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik dari sisi sosial maupun pembangunan wilayah. Lebih dari sekadar proyek fisik, pengerjaan KDMP ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana pembangunan dilandasi rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.

 

Warga Desa Langko pun menyambut positif keterlibatan langsung TNI. Mereka menilai kehadiran anggota Koramil tidak hanya membantu secara tenaga, tetapi juga menumbuhkan rasa aman, kebersamaan, dan kepercayaan.

 

Dengan memasuki tahap akhir pengerjaan, seluruh pihak optimistis KDMP Desa Langko akan segera rampung dan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Sinergi antara TNI dan masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan akan berjalan lebih kuat ketika dilakukan bersama, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…