Bali NusraBeritaLombokMataramNewsNTBPeristiwaTNI-Polri

Tradisi Satuan Kodim 1606 Awali Tugas Perwira Baru

×

Tradisi Satuan Kodim 1606 Awali Tugas Perwira Baru

Share this article

Mataram, NTB – Suasana khidmat dan penuh makna mewarnai Aula Makodim 1606/Mataram. Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram menggelar Acara Tradisi Penerimaan dan Serah Terima Jabatan Perwira, sebuah momentum penting dalam perjalanan pembinaan personel TNI Angkatan Darat, Senin (26/1/2026).

 

Acara dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han)., dan dihadiri jajaran pejabat utama Kodim, para Komandam Koramil (Danramil), perwira staf, serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Dim 1606/Mataram Ny. Dini Nyarman beserta pengurus. Kehadiran keluarga besar Kodim menegaskan kuatnya ikatan emosional antara satuan dan prajurit.

 

Tradisi satuan diawali dengan penghormatan kepada Komandan Kodim, dilanjutkan laporan pejabat personel, pernyataan resmi penerimaan perwira, hingga penandatanganan naskah serah terima jabatan. Setiap rangkaian dilaksanakan dengan tertib, mencerminkan disiplin dan profesionalisme prajurit teritorial.

 

Dalam sambutannya, Dandim 1606/Mataram menegaskan bahwa serah terima jabatan bukan sekadar rotasi struktural, melainkan bagian dari pembinaan personel yang berkelanjutan. Tujuannya adalah menjaga kesinambungan organisasi, menyegarkan kepemimpinan, serta meningkatkan kualitas berpikir, bersikap, dan bertindak para perwira dalam menghadapi dinamika tugas kewilayahan.

 

“Jabatan adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada institusi, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han), Dandim 1606 Mataram.

Ia juga berpesan, “perwira yang baru menjabat mampu menguasai lima kemampuan teritorial serta peka terhadap potensi permasalahan di wilayah tugas masing-masing,” harapnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1606/Mataram menyampaikan ucapan selamat kepada para perwira yang menerima amanah baru, di antaranya Kapten Inf Akhmad Baidawi, Kapten Inf Jamuhur, S.Sos., Kapten Inf Iwan Suryawinarto, Kapten Inf Maturidi, Kapten Inf Zainul Fahri, serta Kapten Inf Munawir.

 

Tradisi ini menjadi simbol kuat bahwa Kodim 1606/Mataram terus berkomitmen membangun prajurit yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi untuk bangsa dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…