Berita

Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat Amankan Seorang Pria Terkait Kasus Pencurian Handphone

×

Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat Amankan Seorang Pria Terkait Kasus Pencurian Handphone

Share this article

Kota Bima, NTB (26 Januari 2026) – Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat Polres Bima Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian handphone yang terjadi di wilayah hukum Polsek Rasana’e Barat.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Jumat, 29 Agustus 2025, sekitar pukul 01.00 Wita, bertempat di Pasar Amahami RT 00 RW 00, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima.

Korban dalam kejadian tersebut adalah Yulius Danen (34), laki-laki, wiraswasta, beralamat di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima. Sementara itu, terduga pelaku yang berhasil diamankan berinisial OS (25), laki-laki, berprofesi sebagai buru ikan, warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Rasana’e Barat AKP Suratno menjelaskan kronologis kejadian pencurian tersebut.

“Pada saat kejadian, korban sedang tidur di kompleks Pasar Ikan Amahami. Handphone milik korban berupa satu unit Vivo Y19S warna silver berada di dalam saku celana depan sebelah kanan. Sekitar pukul 02.00 Wita, korban terbangun dan mendapati handphone tersebut sudah tidak ada atau hilang,” jelas AKP Suratno.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian dan melaporkan peristiwa pencurian ke Polsek Rasana’e Barat untuk ditindaklanjuti.

Lebih lanjut, AKP Suratno menerangkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan intensif, Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat berhasil mengungkap identitas terduga pelaku.

“Pada Minggu, 25 Januari 2026, sekitar pukul 19.00 Wita, Tim Opsnal menuju kediaman terduga pelaku di Lingkungan Kampung Sumbawa, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasana’e Barat. Petugas kemudian mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti,” terangnya.

Barang bukti yang diamankan berupa satu unit handphone Vivo Y19S warna silver dengan nomor IMEI 1: 868187076477096 dan IMEI 2: 868187076477088. Setelah dilakukan interogasi, terduga pelaku mengakui perbuatannya.

Selanjutnya, terduga pelaku beserta barang bukti diamankan dan diserahkan ke Piket Reskrim Polsek Rasana’e Barat guna dilakukan proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…