Berita

Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Kalabeso Sambangi Petani di Sawa Batu Swoan

×

Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Kalabeso Sambangi Petani di Sawa Batu Swoan

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Konsistensi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan oleh jajaran Polsek Buer melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di tingkat desa. Pada Minggu pagi (25/01/2026), Bhabinkamtibmas Desa Kalabeso, Bripka Budi Santoso, melaksanakan kegiatan sambang desa dengan menyasar para petani di kawasan persawahan.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Buer Iptu Totok Ari Suwondo, menyampaikan bahwa “Kegiatan monitoring ini difokuskan di area Sawa Batu Swoan, Desa Kalabeso, Kecamatan Buer. Langkah ini diambil sebagai wujud kehadiran Polri dalam memberikan motivasi serta pengawalan langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat di wilayah hukum Polres Sumbawa.” ujar Kapolsek.

Dalam kunjungan tersebut, Bripka Budi Santoso terjun langsung ke tengah sawah untuk memantau proses pembajakan lahan yang sedang dilakukan oleh warga. Monitoring ini bertujuan untuk memastikan para petani dapat bekerja dengan maksimal guna menyukseskan program pemerintah di bidang kedaulatan pangan.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan semangat kepada para petani. Sektor pertanian adalah tulang punggung ketahanan pangan kita, sehingga kami memastikan kendala-kendala di lapangan dapat terdeteksi sejak dini melalui dialog langsung,” ujar Bripka Budi Santoso di sela kegiatannya.

Selain memberikan dukungan teknis moril, kegiatan sambang ini juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara pihak kepolisian dan masyarakat. Bhabinkamtibmas mengajak para petani untuk tetap menjaga kerukunan antar warga dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan persawahan dari potensi gangguan kamtibmas.

Diharapkan dengan pendampingan yang intensif, hasil panen petani di Desa Kalabeso dapat meningkat dan berkontribusi nyata pada ketahanan pangan nasional. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…