Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPelajar & MahasiswaPendidikanPengembangan DiriPengetahuanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

TNI Masuk Sekolah, Bangun Karakter Siswa SMKN 1 Gunungsari

×

TNI Masuk Sekolah, Bangun Karakter Siswa SMKN 1 Gunungsari

Share this article

Lombok Barat, NTB – Upaya membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, disiplin, dan berjiwa nasionalis terus dilakukan TNI melalui kegiatan teritorial di wilayah binaan. Hal tersebut diwujudkan Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-07/Gunungsari dengan memberikan materi kedisiplinan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta Wawasan Kebangsaan kepada siswa-siswi kelas XII SMKN 1 Gunungsari, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (14/12/2025).

 

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bintara Pembina Deaa (Babinsa) Sesela, Sertu Sopian Hadi, bersama empat anggota Koramil 1606-07/Gunungsari. Materi disampaikan sebagai bekal mental, sikap, dan karakter bagi para siswa yang telah menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan akan memasuki dunia kerja maupun jenjang pendidikan berikutnya.

 

Dengan pendekatan komunikatif dan penuh motivasi, para Babinsa tidak hanya melatih gerakan baris-berbaris, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta cinta tanah air. “Siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, baik teori maupun praktik, yang dikemas secara menarik dan aplikatif,” ujar Babinsa Sesela Sertu Sopian Hadi.

 

Kepala SMKN 1 Gunungsari, Bakriyanto, S.Pd., M.Pd, mengapresiasi kehadiran TNI di lingkungan sekolah. Menurutnya, pembinaan karakter melalui kedisiplinan dan wawasan kebangsaan sangat penting untuk membentuk lulusan SMK yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga kuat secara mental dan sikap.

 

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena memberikan dampak positif bagi siswa, terutama dalam membangun kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan ini, Koramil 1606-07/Gunungsari menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi bangsa. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…