Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahLombokNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Selamatkan Lingkungan, Babinsa Pimpin Aksi Bersih Saluran Irigasi

×

Selamatkan Lingkungan, Babinsa Pimpin Aksi Bersih Saluran Irigasi

Share this article

Mataram, NTB – Meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir memicu kewaspadaan masyarakat terhadap potensi banjir di sejumlah wilayah Kota Mataram. Sebagai langkah cepat sekaligus bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kekalik Jaya, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-09/Ampenan bersama Bhabinkamtibmas dan Lurah Kekalik Jaya menggelar pembersihan selokan irigasi di Lingkungan Kekalik Barat, Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Sabtu (6/12/2025).

 

Aksi yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan ini dilakasanakan untuk mengurangi sedimen tanah yang menyebabkan pendangkalan saluran irigasi. Sejak pagi, Babinsa bersama warga dan perangkat kelurahan turun langsung membersihkan tumpukan sampah, dedaunan, serta sedimentasi lumpur yang selama ini menghambat aliran air di saluran irigasi. Dengan menggunakan alat manual, mereka bekerja bahu-membahu memastikan irigasi kembali berfungsi maksimal agar mampu menampung debit air saat hujan lebat.

 

Lurah Kekalik Jaya, Syafrudin, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antarsektor. Ia menekankan bahwa penanganan banjir tidak akan efektif tanpa partisipasi masyarakat.
“Kami berharap warga ikut menjaga kebersihan lingkungan. Upaya pencegahan ini hanya berhasil jika dilakukan bersama-sama,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Babinsa Kekalik Jaya, Serda Ilham Wahyudi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap ketahanan lingkungan.
“Kami siap mendukung setiap langkah yang mendorong peningkatan mitigasi bencana. Semoga saluran air tetap lancar dan wilayah terhindar dari banjir,” tuturnya.

 

Kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih selokan, tetapi juga ajakan bagi warga untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Harapannya, kesadaran menjaga saluran irigasi tetap hidup dan menjadi budaya kolektif masyarakat Kekalik Jaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…