Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamBreaking NewsDaerahKeamananLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Hujan Deras Picu Longsor, Babinsa Lakukan Peringatan Dini

×

Hujan Deras Picu Longsor, Babinsa Lakukan Peringatan Dini

Share this article

Lombok Barat, NTB — Upaya cepat tanggap dilakukan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Dopang, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-07/Gunungsari Serka I Kadek Dwija Putra, setelah menerima laporan terjadinya longsor di kawasan BTN Bukit Dopang Residence, Dusun Dopang Selatan, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Tanah pada lereng perbukitan yang berada tepat di belakang pemukiman tiba-tiba bergerak dan menimpa satu unit rumah yang masih dalam tahap pembangunan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun potensi bahaya lanjutan masih mengintai karena kondisi tanah yang tetap labil, Kamis (4/12/2025).

Begitu mendapat informasi dari warga, Serka Dwija, langsung menuju lokasi dan melakukan koordinasi cepat dengan Kepala Desa Dopang, Kepala Dusun, RT, serta warga setempat. Gerak cepat ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga serta menilai tingkat kerawanan di sekitar titik longsor.

Di lokasi, Babinsa memberikan imbauan keselamatan kepada warga agar menghindari area tebing yang rawan bergerak, terutama di tengah intensitas hujan yang terus meningkat di wilayah Gunungsari. “Pengecekan ini untuk memastikan kondisi terbaru sekaligus memberikan peringatan dini. Kami meminta warga menghindari area tebing dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah,” ujar Serka Dwija.

 

Sebagai langkah awal, Babinsa bersama perangkat desa menyarankan pemasangan terpal untuk mengurangi rembesan air pada lereng serta pembatasan akses menuju titik yang dinilai berbahaya.

“Upaya penanganan sementara ini diharapkan dapat menekan risiko longsor susulan sembari menunggu penanganan resmi dari instansi terkait.,” ucap H. Nurasid, Kepala Desa Dopang yang turut meninjau lokasi longsor.

Kehadiran Babinsa di tengah warga menjadi bentuk nyata komitmen TNI dalam melindungi masyarakat, terutama pada situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan terukur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…