Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

TMMD Kodim 1606 Mataram Kokohkan Infrastruktur Pedesaan

×

TMMD Kodim 1606 Mataram Kokohkan Infrastruktur Pedesaan

Share this article

Lombok Barat, NTB – Suasana kebersamaan tampak menyelimuti Desa Giri Madia dan Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Sabtu (25/10/2025).

 

Di bawah terik matahari, personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1606/Mataram bersama warga setempat bahu membahu melanjutkan pengerjaan sayap jembatan yang menjadi salah satu sasaran fisik utama program TMMD kali ini.

 

Pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kekompakan itu dilakukan dengan penuh semangat. Tampak para prajurit TNI dan warga saling membantu memindahkan material, mengaduk semen, hingga melakukan pengecoran dinding penahan jembatan. Semua dilakukan demi memperkuat struktur utama jembatan agar kokoh dan aman digunakan dalam jangka panjang.

 

Serka Sudito, selaku Kepala Tukang di lokasi, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami bersama masyarakat berupaya menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan tepat waktu. Saat ini progres sudah mencapai 50 persen dan menjadi sasaran ke-7 dari seluruh kegiatan TMMD,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ahmad (41), Ketua RT Gubuk Sayang, mengungkapkan antusiasme warga terhadap pembangunan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih. Dulu jembatan ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Alhamdulillah setelah program TMMD ke-126 Kodim 1606 Mataram masuk ke desa kami dilebarkan agar kendaraan roda empat bisa melintas. Kalau jembatan ini selesai, aktivitas warga antar dusun jadi lebih mudah, terutama untuk kegiatan ekonomi dan sosial,” ucapnya dengan penuh harap.

 

Program TMMD ke-126 ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga mempererat semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Dengan sinergi ini, pembangunan di pedesaan diharapkan berjalan lebih cepat dan membawa manfaat nyata bagi warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…