Berita

Sat Tahti Polres Bima Kota Gelar Binrohtal, Bangun Kepribadian dan Spiritualitas Para Tahanan

×

Sat Tahti Polres Bima Kota Gelar Binrohtal, Bangun Kepribadian dan Spiritualitas Para Tahanan

Share this article

Kota Bima, NTB (25 Oktober 2025) – Dalam upaya membentuk kepribadian yang lebih baik dan memperkuat spiritualitas para tahanan, Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Bima Kota menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) di ruang tahanan Polres Bima Kota, pada Jumat (24/10/2025) pukul 18.30 WITA.

Kegiatan Binrohtal tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Tahti Polres Bima Kota IPTU Jufri Prasojo, S.H., bersama personel piket Tahti, dan diikuti oleh seluruh tahanan yang sedang menjalani masa hukumannya.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan rohani dan mental ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan serta memperkuat landasan spiritual para tahanan agar lebih siap menjalani kehidupan setelah masa hukuman.

“Binrohtal ini merupakan salah satu bentuk perhatian Polri terhadap para tahanan agar mereka mendapatkan siraman rohani, sehingga tumbuh kesadaran dan tekad untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Kasi Humas.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Asnawi bertindak sebagai penceramah dengan menyampaikan tausiah bertema “Mengajak Taat Kepada Allah dan Rasul”. Ia mengajak para tahanan untuk memperbanyak introspeksi diri, memperkuat keimanan, serta menjadikan masa tahanan sebagai momentum untuk berubah menjadi pribadi yang lebih taat dan bermanfaat.

Melalui kegiatan Binrohtal ini, diharapkan para tahanan dapat membangun ketenangan batin, memperkuat mental, dan menanamkan nilai-nilai religius sebagai bekal setelah bebas nantinya, sehingga dapat hidup harmonis dan produktif di tengah masyarakat.

Kegiatan berjalan dengan khidmat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat pembinaan yang humanis dari jajaran Polres Bima Kota terhadap para tahanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…