Berita

Sat Lantas Polres Bima Kota Gelar Blue Light Patrol dan Pengaturan Lalu Lintas di Seputaran Kota

×

Sat Lantas Polres Bima Kota Gelar Blue Light Patrol dan Pengaturan Lalu Lintas di Seputaran Kota

Share this article

Kota Bima, NTB (28 Juli 2025) – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan Blue Light Patrol dan pengaturan arus lalu lintas pada Senin malam (28/7/2025), mulai pukul 19.00 WITA. Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di depan Masjid Terapung Amahami dan Cabang Pos Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Bima Kota Ipda Baiq Fitria Ningsih menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya pada malam hari.

“Blue Light Patrol ini merupakan patroli rutin malam hari yang dilaksanakan di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, personel juga memberikan imbauan kepada pengendara agar tetap mematuhi aturan berlalu lintas, menggunakan helm, tidak menggunakan knalpot brong, serta tidak ugal-ugalan di jalan,” ujar Ipda Baiq Fitria.

Kegiatan ini juga menyasar pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di sekitar kawasan tersebut, untuk mengantisipasi balap liar, pelanggaran lalu lintas, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Blue Light Patrol ini, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas serta menciptakan suasana malam yang kondusif di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Polres Bima Kota berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan preventif dan edukatif demi terciptanya keamanan dan ketertiban lalu lintas yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…