Berita

Polres Lombok Utara Kerahkan Personel untuk Pengamanan FORNAS VIII 2025

×

Polres Lombok Utara Kerahkan Personel untuk Pengamanan FORNAS VIII 2025

Share this article

Lombok Utara – Dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII 2025 di wilayah NTB, Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. melalui Kabag Ops Polres Lombok Utara AKP Fatoni, S.H.,melaksanakan apel kesiapan untuk menerjunkan sebanyak 15 personel Polres Lombok Utara yang bertempat di Lapangan apel Tatag Trawang Tungga Polres Lombok Utara ,Selasa, 29/7/2025.

Pengamanan ini berlangsung sejak tanggal 25 Juli hingga 3 Agustus 2025, dengan fokus utama pada dua cabang olahraga yang digelar di wilayah Kabupaten Lombok Utara, yaitu cabang olahraga Stand Up Paddleboarding (SUP) dan Lomba mancing. Kedua cabang tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 30 dan 31 Juli 2025, yang bertempat di Dusun Gili Trawangan Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang KLU.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta S.I.K., melalui Kabag Ops Polres Lombok Utara AKP Fatoni SH., menyampaikan bahwa seluruh personel yang diturunkan telah dibekali dengan arahan teknis dan taktis untuk mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.

“Kami pastikan kesiapan personel di lapangan, baik dalam aspek pengamanan, pelayanan kepada peserta maupun antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Pihak Polres juga akan berkoordinasi dengan panitia pelaksana serta stakeholder terkait untuk memastikan pengamanan dapat berjalan lancar dan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan nyaman selama ajang nasional ini berlangsung.

Polres Lombok Utara berkomitmen penuh dalam mendukung suksesnya FORNAS VIII 2025 di wilayah Nusa Tenggara Barat, keguatan ini merupakan ajang nasional yang membawa nama baik daerah Nusa Tenggara Barat pada Umumnya dan terkhusus Kabupaten Lombok Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…