Berita

Polres Bima Kota Laksanakan Pengamanan Festival Sangiang Api Wera 2025

×

Polres Bima Kota Laksanakan Pengamanan Festival Sangiang Api Wera 2025

Share this article

Bima, NTB (29 Juli 2025) – Dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan kegiatan budaya masyarakat, personel gabungan Polres Bima Kota dan Polsek jajaran melaksanakan pengamanan Festival Sangiang Api Wera 2025 yang berlangsung di Pantai dan Perairan Wera, Kabupaten Bima, Senin (28/7/2025) mulai pukul 09.00 WITA.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Wakapolres Bima Kota Kompol Herman, S.H., menjelaskan bahwa pengamanan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran dan pelayanan Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran kegiatan budaya yang melibatkan aktivitas laut dan keramaian publik.

“Pengamanan ini merupakan komitmen Polres Bima Kota dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang mengikuti dan menyaksikan rangkaian kegiatan festival, terutama pada momen lomba perahu layar yang menjadi daya tarik utama,” ujar Kompol Herman.

Puluhan personel gabungan dari satuan fungsi dan Polsek jajaran dikerahkan secara langsung untuk mengamankan jalannya festival. Selain melakukan pengamanan, para personel juga memberikan imbauan kepada peserta lomba agar selalu memperhatikan keselamatan jiwa dan mematuhi semua arahan panitia serta petugas pengamanan yang bertugas di lapangan.

Pengamanan difokuskan pada area pantai dan perairan, guna mencegah terjadinya kecelakaan laut dan mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas lainnya selama jalannya kegiatan berlangsung.

“Polres Bima Kota akan terus mendukung pelestarian budaya lokal dan kegiatan pariwisata daerah, tentunya dengan mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan masyarakat,” tutup Kompol Herman.

Dengan pengamanan yang optimal, kegiatan Festival Sangiang Api Wera 2025 berjalan dengan lancar, aman, dan penuh antusias dari masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…