Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRISosial BudayaTNI-Polri

Kolaborasi TNI dan Lazdasi NTB Bantu Warga Kurang Mampu

×

Kolaborasi TNI dan Lazdasi NTB Bantu Warga Kurang Mampu

Share this article

Lombok Barat, NTB — Wujud kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara TNI dan lembaga sosial di Dusun Griya Praja Asri, Desa Jatisela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat (NTB). Telah dilaksanakan serah terima Bale Swadaya hasil bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Sejahtera Ibnu Abbas (Lazdasi) NTB untuk warga atas nama Bapak Aripin, Selasa (29/7/2025).

 

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh haru ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal layak. Rumah sederhana yang sebelumnya tak layak huni, kini telah berubah menjadi hunian yang nyaman dan manusiawi berkat bantuan dari Lazdasi NTB dan Anggota TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram.

 

Dalam kesempatan ini, Komandan Kodim 1606/Mataram diwakili oleh Perwira Penghubung (Pabung) Lobar Letkol Abdul Haris, bersama Direktur Lazdasi NTB, Bapak Arsito, Kepala Cabang Lazdasi Lobar, Ibu Susanti, Sekretaris Desa Jatisela, serta Bintara Pembina Desa (Babinsa) Jatisela Serka Jemi Mite. Hadir pula tokoh masyarakat, kepala dusun, ketua RT, dan warga setempat.

 

“Ini adalah bentuk nyata gotong royong dan kepedulian sosial. Semoga rumah ini menjadi tempat yang membawa keberkahan bagi keluarga Pak Aripin,” ujar Letkol Abdul Haris dalam sambutannya.

 

Direktur Lazdasi NTB, Bapak Arsito, menambahkan bahwa program bedah rumah ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam membantu sesama, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi rentan. “Kami bersyukur bisa menjadi bagian dari upaya memperbaiki kehidupan warga, dan kolaborasi dengan TNI semakin memperkuat dampak nyata yang bisa kami berikan. Semoga rumah ini menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik untuk Pak Aripin sekeluarga,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Bapak Aripin selaku penerima manfaat tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. “Saya tidak pernah menyangka bisa punya rumah sebaik ini. Terima kasih kepada Lazdasi, TNI, dan semua pihak yang sudah peduli dan membantu saya. Semoga semua kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” tuturnya lirih.

 

Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Serah terima ini bukan hanya sekadar seremoni, namun menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antara aparat dan lembaga sosial mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…