Bali NusraBeritaBerita NTBLalu LintasLombokMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahan

TIM Dalproggar TNI AD Tinjau Efektivitas Program Kodim Mataram

×

TIM Dalproggar TNI AD Tinjau Efektivitas Program Kodim Mataram

Share this article

Mataram, NTB — Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram menerima kunjungan kerja dari Tim Pengendali Program dan Anggaran (Dalproggar) TNI AD Semester I Tahun Anggaran 2025, bertempat di Aula Kodim 1606/Mataram, Jalan Pejanggik No. 7 Kota Mataram, Kamis sore (17/07/2025).

 

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Kolonel Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa, S.Sos., didampingi Letkol Kav Dani Prasetyo Wibowo, S.Sos., Mayor Cku Teguh Pitoyo, S.S.T.Han., S.I.P., M.I.P., dan Sertu I Gede Sugiartha. Tim disambut hangat oleh Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram Letkol Inf Nyarman, M.Tr (Han) beserta Kepala Staf Kodim (Kasdim), para Perwira Seksi (Pasi), Danunit Intel, Paku Kodim, serta seluruh prajurit dan PNS Kodim 1606/Mataram.

 

Dalam sambutannya, Kolonel Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa, S.Sos., menegaskan bahwa kegiatan Dalproggar merupakan program tahunan untuk mengawasi sekaligus membantu satuan bawah dalam menyelaraskan pelaksanaan program dengan arahan komando atas.

“Jika ada kendala dalam pelaksanaan anggaran dan program, silakan sampaikan, karena kami hadir untuk membantu dan mencari solusi bersama,” ujarnya.

 

Sementara itu, Dandim 1606/Mataram Letkol Inf Nyarman, M.Tr (Han)., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan dan pendampingan dari Tim Dalproggar TNI AD. “Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program dan anggaran. Kami sangat terbuka terhadap masukan dan arahan dari tim agar pelaksanaan tugas kami di lapangan dapat berjalan optimal, transparan, dan akuntabel sesuai harapan komando atas,” ungkapnya.

Selanjutnya dilakukan pemaparan pelaksanaan program dan anggaran TA 2025 oleh Kodim 1606/Mataram, disertai sesi diskusi terbuka yang dimanfaatkan untuk mengevaluasi program, menyampaikan kendala, serta menerima saran konstruktif dari tim pengendali.

 

Menutup kegiatan, Ketua Tim Dalproggar menyampaikan harapan agar hasil dari kunjungan ini tidak hanya menjadi laporan administratif semata, tetapi benar-benar dapat mendorong peningkatan kinerja satuan.

“Kami berharap apa yang kita bahas hari ini bisa ditindaklanjuti dengan semangat perbaikan berkelanjutan. Kodim sebagai ujung tombak di kewilayahan harus menjadi pelaksana program yang solid, efektif, dan profesional,” tutup Kolonel Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa, S.Sos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…