Berita

Sat Lantas Polres Bima Kota Gelar Patroli Blue Light dan Pengaturan Lalu Lintas Malam Hari

×

Sat Lantas Polres Bima Kota Gelar Patroli Blue Light dan Pengaturan Lalu Lintas Malam Hari

Share this article

Bima Kota, NTB (18 Juli 2025) – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bima Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan keamanan dan ketertiban berlalu lintas di wilayah hukum Polres Bima Kota dengan melaksanakan patroli Blue Light serta pengaturan lalu lintas pada Kamis malam, 17 Juli 2025, pukul 19.00 WITA.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Iptu Bambang Tedy S., S.H., M.I.Kom. menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pengguna jalan terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Patroli Blue Light ini difokuskan pada pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan, serta memberikan teguran langsung kepada pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm dan pengendara yang mencoba melawan arus,” jelas Iptu Tedy.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Sat Lantas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai standar, dan tidak melakukan pelanggaran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif guna menekan angka kecelakaan lalu lintas serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan,” tambahnya.

Kegiatan patroli Blue Light ini akan terus digencarkan secara rutin, khususnya pada malam hari, demi menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif dan tertib di wilayah Kota Bima. Polres Bima Kota juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mendukung upaya kepolisian dalam mewujudkan keamanan dan keselamatan berlalu lintas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…