Sumbawa Besar, NTB – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Lape terus aktif menjalin komunikasi sosial serta memperkuat langkah deteksi dini guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kapolsek Lape IPTU Sumarlin, S.H. bersama Wakapolsek IPDA Sigit Supriyanto beserta jajaran perwira dan Bhabinkamtibmas melaksanakan kegiatan silaturahmi dan penggalangan ke Pondok Pesantren Lentera Boarding School (SDIP dan SMPIP Lentera Ilmu) di Jalan Lintas Sumbawa – Bima Km 22, Dusun Pasinar, Desa Lopok, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, Rabu (07/10/2026) pagi.
Kegiatan sambang dan koordinasi institusional yang dimulai pukul 10.10 WITA ini disambut langsung oleh pimpinan pondok pesantren beserta jajaran pengurus inti.
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Lape IPTU Sumarlin, S.H. menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat permohonan koordinasi yang dilayangkan oleh pihak yayasan kepada pihak kepolisian.
Dalam arahannya, Kapolsek menekankan pentingnya keterbukaan serta peningkatan sosialisasi aktif antara pihak pondok dengan masyarakat sekitar maupun aparatur pemerintah. Langkah ini dinilai krusial guna menghilangkan potensi kesenjangan, membangun komunikasi dua arah yang harmonis, serta menciptakan lingkungan sosial yang inklusif di wilayah Kecamatan Lopok.
“Kami hadir di Ponpes Lentera Ilmu ini untuk menindaklanjuti koordinasi sekaligus mempererat silaturahmi. Kami mendorong pihak pengurus agar senantiasa terbuka dan aktif bersosialisasi dengan masyarakat serta pemerintah setempat, sehingga tercipta kebersamaan yang kokoh dalam menjaga situasi kamtibmas yang tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Lape,” ujar IPTU Sumarlin.
Dalam kesempatan tersebut, pihak pengurus Ponpes Lentera Ilmu yang dipimpin oleh Pimpinan Ponpes Ust. Andi Satriawan, Kepala Sekolah Ust. Kurniawan, Sekretaris Ust. Dedi Hardiansyah, S.Pd, dan Bendahara Ust. Bosen Rakasiwi, S.Kom. memaparkan situasi terkini di lingkungan pondok mereka.
Berdasarkan keterangan pengurus, saat ini kegiatan belajar mengajar berjalan normal dengan jumlah santri sebanyak 58 orang (42 santri tingkat SD dan 16 santri tingkat SMP) yang dibimbing oleh sekitar 15 orang tenaga pengajar di atas lahan seluas kurang lebih 2 hektar. Pihak pengurus juga menyampaikan bahwa sistem pendidikan di pondok berfokus pada pendalaman Al-Qur’an dan hadis, serta berupaya membuka diri kepada masyarakat melalui kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti program pengobatan bekam gratis bagi warga usai shalat Jumat di masjid-masjid sekitar.
Menutup rangkaian silaturahmi, pihak pengurus Ponpes Lentera Ilmu menyatakan komitmen penuhnya untuk senantiasa mendukung aparat kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan di tengah masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan silaturahmi, deteksi dini, dan penggalangan tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. (Hps)












