Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahKamtibmasKeamananLombokMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRISosial BudayaTNI-Polri

Kodim 1606 Mataram Ajak Warga Bersatu Cegah Konflik

×

Kodim 1606 Mataram Ajak Warga Bersatu Cegah Konflik

Share this article

Mataram, NTB — Kota yang aman tidak hanya dibangun melalui kehadiran aparat keamanan. Di balik lingkungan yang tenteram, ada komunikasi yang sehat, kepedulian warga, serta kemauan untuk menyelesaikan perbedaan secara damai.

 

Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial yang digelar di Aula Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram, Jalan Pejanggik No.7, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial di Wilayah Kodim 1606/Mataram.”, Selasa siang (6/10/2026).

 

Kegiatan tersebut mempertemukan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Pertemuan ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga keamanan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

 

Mataram sebagai Kota Harapan

Salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram, M. Israk Tantawi Jauhari, S.IP.

 

Ia menekankan pentingnya menjaga Mataram sebagai kota yang aman, harmonis dan inklusif. “Keberagaman suku, agama, budaya maupun latar belakang sosial merupakan bagian dari kekuatan masyarakat yang perlu dirawat bersama,” ujarnya.

 

Pencegahan konflik, lanjutnya, tidak harus menunggu persoalan menjadi besar. Langkah tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, tempat tinggal, komunitas hingga ruang publik.

 

Komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghargai menjadi modal penting agar perbedaan tidak berkembang menjadi pertentangan.

 

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat juga diingatkan agar lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi. Kabar yang belum terverifikasi dapat memunculkan kesalahpahaman, terutama apabila dibarengi provokasi atau informasi yang menyesatkan.

 

Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.

 

Konflik Dapat Dicegah Sejak Dini

Pentingnya deteksi dini juga menjadi perhatian dalam kegiatan Binkom yang diselenggakan oleh Staf Intelijen TNI Angkatan Darat (Sintelad). Ketua Tim Binkom, Letkol Arm Dwi Sutaryo, S.E., M.Han., saat membacakan amanat Asintel Kasad menyampaikan bahwa dinamika sosial yang terus berkembang membutuhkan kesiapan seluruh komponen bangsa.

 

“Berbagai potensi persoalan di wilayah perlu mendapat perhatian sejak awal. Apabila ditemukan hal-hal yang mengarah pada potensi konflik, masyarakat diharapkan segera memberikan informasi kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.

Langkah tersebut penting agar persoalan dapat ditangani melalui komunikasi dan koordinasi sebelum berkembang lebih luas.

 

Forum Binkom juga diarahkan menjadi ruang untuk bertukar informasi dan mendiskusikan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, setiap pihak tidak hanya memahami potensi masalah, tetapi juga dapat bersama-sama mencari solusi.

 

TNI-Polri dan Masyarakat Saling Menguatkan

Mewakili Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram, Perwira Seksi Logistik (Pasilog) Kodim 1606/Mataram Mayor Cba M. Lukman menegaskan pentingnya komunikasi, koordinasi dan kepedulian lingkungan dalam mencegah konflik sosial.

 

“Konflik tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Persoalan kecil, kesalahpahaman, perbedaan kepentingan maupun informasi yang tidak benar dapat menjadi pemicu apabila tidak segera dikomunikasikan.” Terangnya.

 

Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

 

Ia menambahkanm, “Sebagai aparat kewilayahan, Kodim 1606/Mataram bersama Koramil dan Babinsa akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat. Babinsa diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara warga, pemerintah dan aparat keamanan.” Jelasnya.

 

Kedekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan sekaligus mendeteksi berbagai persoalan sejak dini.

 

Polri Ajak Warga Tidak Mudah Terprovokasi

Pesan serupa disampaikan Wakasat Reskrim Polresta Mataram Iptu Sang Putu Gede, S.H. Dalam sesi penyampaian materi dan diskusi, masyarakat diajak ikut menjaga situasi keamanan dengan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Keamanan, membutuhkan keterlibatan bersama. Ketika muncul persoalan di lingkungan masyarakat, penyelesaian melalui komunikasi dan kepala dingin menjadi pilihan penting agar masalah tidak semakin berkembang,” harapnya.

 

Pendekatan tersebut semakin relevan di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial. Satu informasi yang tidak benar dapat dengan mudah menyebar dan menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

 

Karena itu, kemampuan masyarakat untuk bersikap kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan informasi menjadi bagian dari upaya pencegahan konflik sosial.

 

Ruang Dialog untuk Menemukan Solusi

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Peserta membahas berbagai persoalan serta potensi konflik sosial yang dapat terjadi di wilayah.

 

Kehadiran Kanit PPA Polresta Mataram Aiptu Rahayu, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan perwakilan organisasi kemasyarakatan memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas unsur.

 

“Setiap komponen memiliki peran masing-masing. Namun, tujuan yang ingin dicapai tetap sama, yaitu menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, harmonis dan kondusif.” ucapnya.

 

Melalui forum tersebut, peserta juga didorong untuk memperkuat silaturahmi dan membangun komunikasi dua arah. Dengan komunikasi yang baik, persoalan di tingkat masyarakat diharapkan dapat diketahui lebih cepat dan dicarikan jalan keluar secara bersama-sama.

 

Menjaga Mataram Dimulai dari Kepedulian

Pada akhirnya, menjaga Mataram tetap aman, harmonis dan inklusif bukan hanya tentang mencegah konflik ketika persoalan sudah terjadi. Lebih jauh, upaya tersebut merupakan proses membangun lingkungan yang membuat masyarakat merasa dihargai, didengar dan dilibatkan.

 

Binkom Cegah Konflik Sosial menjadi pengingat bahwa keamanan tidak berdiri sendiri. Ada toleransi, komunikasi, kepedulian dan kebersamaan yang harus terus dirawat.

 

Perbedaan pilihan, pendapat maupun latar belakang merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat. Namun, perbedaan tersebut dapat dikelola melalui dialog dan musyawarah sehingga tidak berubah menjadi pertentangan.

 

Dengan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga, potensi konflik di wilayah Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara diharapkan dapat diminimalkan.

 

Pada akhirnya, Mataram sebagai Kota Harapan akan terus menjadi rumah bersama apabila seluruh masyarakat memilih menjaga persatuan, memperkuat komunikasi dan menyelesaikan perbedaan dengan cara yang damai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *