Bali NusraBeritaBerita NTBKLULombokLombok BaratLombok UtaraLotaraNTBNTB One TerkiniSinergitas Pemda TNI POLRI

Perkuat Kepedulian Sosial, Kodim 1606/Mataram Bersinergi Salurkan Air Bersih bagi Warga

×

Perkuat Kepedulian Sosial, Kodim 1606/Mataram Bersinergi Salurkan Air Bersih bagi Warga

Share this article

Lombok Barat, NTB – Menghadapi dampak musim kemarau yang menyebabkan keterbatasan pasokan air bersih di sejumlah wilayah, Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram bersinergi dengan berbagai instansi, lembaga sosial, dan komunitas untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kolaborasi tersebut melibatkan Organisasi Tangan Di Atas (TDA) Komunitas Mataram, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Kemandirian Umat (LAZISKU) NTB, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat, Selasa siang (29//9/2026).

Pendistribusian air bersih menyasar empat desa di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara (KLU), yakni Desa Kekait dan Desa Lembah Sari di Lombok Barat, serta Desa Mumbul Sari dan Desa Andalan di Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air selama musim kemarau. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan rumah tangga, kolaborasi tersebut memperlihatkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membantu warga menghadapi dampak kekeringan.

Empat Desa Menjadi Sasaran Bantuan

Berdasarkan data lokasi yang dihimpun, penyaluran bantuan air bersih mencakup sejumlah wilayah yang tersebar di dua kabupaten.

Di Kabupaten Lombok Barat, bantuan menyasar Dusun Batu Butir, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, serta Dusun Sidemen Daye, Desa Lembah Sari, Kecamatan Batulayar.

Sementara itu, di Kabupaten Lombok Utara, sasaran kegiatan meliputi Desa Mumbul Sari dan Desa Andalan, yang keduanya berada di Kecamatan Bayan.

Untuk wilayah Kota Mataram, berdasarkan data kegiatan yang tersedia, belum terdapat lokasi sasaran untuk penyaluran air bersih.

Keterlibatan aparat kewilayahan bersama unsur terkait diharapkan mendukung kelancaran distribusi, sehingga bantuan dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai kebutuhan di masing-masing lokasi.

Dandim Tekankan Kepedulian terhadap Kesulitan Rakyat

Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han)., menekankan pentingnya kepedulian dan kerja sama lintas sektor dalam membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.

“Penyaluran bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang terdampak musim kemarau. Kami berharap kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, lembaga sosial, dan komunitas dapat memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan sebagai bentuk bhakti TNI kepada masyarakat,” ujar Dandim 1606/Mataram.

Menurutnya, sinergi berbagai unsur merupakan bagian penting dalam mendukung upaya penanganan persoalan masyarakat, khususnya ketika keterbatasan sumber daya air mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Melalui kerja sama tersebut, penanganan dampak kemarau diharapkan dapat berjalan lebih terkoordinasi dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran.

Aparat Kewilayahan Dukung Kelancaran Distribusi

Komandan Koramil (Danramil) 1606-07/Gunungsari, Kapten Inf Hamdan, menyampaikan bahwa pendampingan aparat di lapangan merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan penyaluran bantuan kepada masyarakat.

“Kami bersama unsur terkait berupaya memastikan penyaluran bantuan air bersih berjalan tertib dan lancar. Harapannya, bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau,” ungkap Kapten Inf Hamdan.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, BPBD, dan mitra sosial agar pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan membantu mengoptimalkan pemanfaatan bantuan sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan ketersediaan air bersih.

Kolaborasi TNI, Pemerintah, dan Lembaga Sosial

Dalam kegiatan ini, TDA Komunitas Mataram dan LAZISKU NTB menjadi mitra kolaborasi dalam upaya membantu masyarakat, sementara BPBD Kabupaten Lombok Barat turut terlibat dalam penanganan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak.

Sinergi tersebut memperlihatkan bahwa penanganan dampak kemarau memerlukan dukungan bersama, baik dari unsur pemerintah, aparat kewilayahan, lembaga sosial, maupun masyarakat.

Koordinasi lintas sektor juga menjadi penting untuk mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan bantuan dan mendukung penyaluran sesuai kondisi di lapangan.

Dengan kerja sama yang terjaga, upaya membantu masyarakat diharapkan dapat berlangsung secara terarah serta memberikan manfaat bagi warga yang mengalami keterbatasan pasokan air.

Warga Berharap Bantuan Meringankan Kebutuhan Sehari-hari

Bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air, bantuan air bersih menjadi salah satu dukungan penting untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak hingga menjaga kebersihan lingkungan.

Salah seorang warga menyampaikan rasa syukur atas perhatian berbagai pihak terhadap kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan air bersih ini. Air sangat dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari, terlebih ketika musim kemarau membuat persediaan air semakin terbatas. Terima kasih kepada TNI, pemerintah, dan semua pihak yang telah membantu masyarakat,” ujar warga tersebut.

Warga berharap perhatian dan kerja sama berbagai pihak dapat terus berlanjut selama keterbatasan air masih dirasakan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terbantu.

Gotong Royong Hadapi Dampak Kemarau

Kolaborasi penyaluran air bersih yang melibatkan Kodim 1606/Mataram, TDA Komunitas Mataram, LAZISKU NTB, dan BPBD Kabupaten Lombok Barat menjadi salah satu bentuk dukungan bersama bagi masyarakat yang menghadapi dampak musim kemarau.

Melalui keterlibatan berbagai unsur, upaya membantu warga tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Ke depan, koordinasi antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, lembaga sosial, dan komunitas diharapkan terus terpelihara agar kebutuhan masyarakat yang terdampak keterbatasan air bersih dapat ditangani sesuai kondisi dan prioritas di lapangan.

Bagi warga yang sedang menghadapi keterbatasan air, bantuan tersebut menjadi dukungan berarti untuk menunjang aktivitas sehari-hari sekaligus pengingat bahwa kepedulian dan kerja sama memiliki peran penting dalam menghadapi kesulitan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *