Berita

Polres Lombok Barat Sidak Pasar, Ini Hasil Pemantauan Harga Bapokting Terkini

×

Polres Lombok Barat Sidak Pasar, Ini Hasil Pemantauan Harga Bapokting Terkini

Share this article
Tim Gabungan Turun Ke Pasar, Cek Harga Bapokting dan Stok Beras SPHP di Lombok Barat
Tim Gabungan Turun Ke Pasar, Cek Harga Bapokting dan Stok Beras SPHP di Lombok Barat

Kepolisian Resor Lombok Barat bersama tim gabungan turun tangan melakukan pengecekan langsung terhadap harga, keamanan, dan mutu bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional dan gudang penyimpanan di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Senin (28/9/2026). Langkah preventif ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga pangan di pasaran tetap terkendali sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Inspeksi mendadak yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut melibatkan Satgasres Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini berpedoman pada Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (SK Kabapanas) Nomor 97/TS.02.02/K/01/2026 tentang Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026.

Sinergi Lintas Sektor Kawal Stabilitas Pangan

Pengecekan lapangan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Heddy Permana Putra, S.Tr.K., S.I.K., dengan didampingi personel Unit 2 Satuan Reserse Kriminal Polres Lobar. Selain unsur kepolisian, kegiatan juga dihadiri dan melibatkan perwakilan dari Badan Pangan Nasional (BPN) Pusat, Bulog Provinsi NTB, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Barat, serta Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Barat.

Sasaran peninjauan mencakup sejumlah titik penting, mulai dari para pedagang di Pasar Tradisional Gerung seperti Toko Ibu Huriah, Toko Ibu Erel, Toko Ibu Sum, Toko Ibu Ning, Toko Ibu Hadijah, Toko Pak Mar, Toko Ibu Hj. Mustiah, hingga Toko Hj. Juarah. Tim gabungan juga menyasar ritel modern Indomaret Gerung serta Gudang UD Candra di Jagaraga.

Hasil Pemantauan Harga Bapokting di Lapangan

Berdasarkan hasil pengecekan menyeluruh yang dilakukan tim gabungan di Pasar Tradisional Gerung dan Gudang UD Candra Jagaraga, sebagian besar komoditas pangan terpantau berada di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP).

Untuk komoditas beras, beras premium dijual seharga Rp14.800 per kilogram (di bawah HET), sementara beras medium dibanderol Rp13.500 per kilogram (sesuai HET). Adapun stok beras medium di Gudang Jagaraga tercatat seharga Rp14.400 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP terpantau dijual seharga Rp12.500 per kilogram atau sesuai dengan ketentuan HET yang berlaku.

Komoditas bawang merah tercatat dijual Rp26.000 per kilogram (di bawah HAP) dan bawang putih Rp30.000 per kilogram (di bawah HAP). Cabai merah keriting juga terpantau di angka Rp31.500 per kilogram (di bawah HAP). Namun, pengecekan menemukan adanya anomali pada harga cabai rawit merah yang menyentuh angka Rp55.000 per kilogram, yang berada di atas HAP.

Untuk komoditas lainnya, gula pasir baik curah maupun kemasan stabil di harga Rp19.000 per kilogram (sesuai HAP). Daging sapi, baik paha depan maupun paha belakang, dijual seragam seharga Rp150.000 per kilogram (sesuai HAP). Telur ayam ras terpantau di angka Rp27.733 per kilogram (di bawah HAP), daging ayam ras Rp48.000 per kilogram (sesuai HAP), serta minyak goreng rakyat Minyakita stabil di harga Rp15.700 per kilogram (sesuai HAP).

Antisipasi Kekosongan Stok Beras SPHP

Dalam kegiatan monitoring tersebut, tim gabungan juga mencatat adanya kekosongan stok beras SPHP di sejumlah pedagang pasar tradisional. Terkait temuan ini, Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Heddy Permana Putra, memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab dan langkah antisipasi yang akan diambil oleh pihak berwenang.

“Bahwa beras SPHP di pasar tradisional masih kosong dikarenakan pada awal bulan Oktober 2026 beras merek SPHP akan diubah kemasannya. Selain itu, pada awal bulan tersebut, beras SPHP akan kembali diedarkan secara merata ke pasar-pasar tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Barat,” ujar AKP Heddy Permana Putra.

Secara keseluruhan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa fluktuasi harga masih dalam batas wajar dan terkendali. Hingga kegiatan berakhir, tim Satgasres tidak menemukan pelanggaran signifikan sehingga belum ada rencana tindak lanjut berupa penindakan hukum, melainkan fokus pada pengawasan dan koordinasi lanjutan bersama instansi terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *