Bali NusraBeritaBerita NTBLombokLombok BaratNewsNTBPelajar & MahasiswaPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRI

Pantai Kuranji Jadi Arena Pembentukan Mental Taruna

×

Pantai Kuranji Jadi Arena Pembentukan Mental Taruna

Share this article

Lombok Barat, NTB – Sebelum mengarungi luasnya lautan, seorang calon pelaut harus lebih dahulu belajar menaklukkan tantangan dalam dirinya sendiri. Disiplin, ketangguhan fisik, keberanian, tanggung jawab, dan mental yang kuat menjadi bekal penting sebelum para taruna dan taruni benar-benar menjalani kehidupan di dunia pelayaran.

 

Nilai-nilai tersebut mulai ditanamkan melalui Pembukaan Masa Dasar Pembinaan Mental dan Kepribadian (Madabintal) Mandalika Maritim Center yang digelar di Pantai Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (24/9/2026).

 

Kegiatan yang pantau langsung oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Kuranji Dalang, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-06/Gerung Sertu Priyo Jatmiko, sebagai bentuk pendampingan terhadap kegiatan pembinaan generasi muda di wilayah binaannya.

 

Sejumlah taruna dan taruni Mandalika Maritim Center mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dipersiapkan tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang pelayaran, tetapi juga karakter dan mental yang mampu menunjang tugas ketika kelak berada di tengah lingkungan kerja yang penuh tantangan.

Bekal Sebelum Mengarungi Laut

 

Komandan Pos (Danpos) Ramil Labuapi, Peltu Anton Krisanto, yang mewakili Komandan Koramil (Danramil) 1606-04/Gerung, menilai pembentukan mental dan karakter menjadi bagian penting dalam pendidikan calon pelaut.

 

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena para taruna dan taruni tidak hanya membutuhkan kemampuan secara teori dan teknis, tetapi juga harus memiliki disiplin, ketahanan fisik, tanggung jawab, serta mental yang kuat. Semua itu menjadi bekal ketika mereka nantinya menghadapi tantangan dalam pelayaran,” ujar Peltu Anton.

 

Menurutnya, keberadaan Babinsa dalam kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya menjalin komunikasi dan sinergi dengan berbagai unsur di wilayah.

 

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan pembinaan dengan sungguh-sungguh. Jadikan kegiatan ini sebagai proses untuk membentuk pribadi yang lebih disiplin, tangguh dan bertanggung jawab,” tambahnya.

 

Karakter Dibentuk Sejak Bangku Pendidikan

 

Sementara itu, Pembina Mandalika Maritim Center, Era Azhari, selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa Madabintal menjadi salah satu tahapan penting untuk mempersiapkan peserta sebelum mereka menghadapi dunia pelayaran.

 

“Kami ingin para taruna dan taruni memahami bahwa menjadi seorang pelaut bukan hanya tentang keterampilan teknis. Mereka juga harus mempunyai mental yang kuat, kedisiplinan, rasa tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama,” ungkap Era Azhari.

 

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan proses pembinaan tersebut sebagai pengalaman berharga.

 

“Harapannya, apa yang mereka dapatkan selama Madabintal dapat menjadi bekal untuk menghadapi pendidikan berikutnya maupun ketika mereka sudah terjun ke dunia kerja,” lanjutnya.

 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut turut didukung unsur pembina dan panitia, yakni Pengawas Wildan, bagian Logistik Irwan, serta Operasional Ilham.

 

Taruna Siap Belajar dan Ditempa

 

Bagi para peserta, Madabintal bukan sekadar kegiatan pembukaan. Ini menjadi langkah awal untuk mengenal lebih jauh arti kedisiplinan dan tanggung jawab yang akan mereka hadapi sebagai calon insan pelayaran.

 

Salah seorang perwakilan taruna mengungkapkan bahwa dirinya bersama peserta lainnya siap mengikuti proses pembinaan dengan sungguh-sungguh.

 

“Kami tentu ingin mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru dari kegiatan ini. Kami berharap bisa menjadi lebih disiplin, lebih kuat secara fisik dan mental, serta mampu bekerja sama dengan teman-teman selama mengikuti pendidikan,” tuturnya.

 

Kehadiran Babinsa Sertu Priyo Jatmiko dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan terhadap aktivitas positif generasi muda. Selain memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, kehadiran aparat kewilayahan juga memperkuat komunikasi antara TNI dan masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan pembinaan generasi muda.

 

Dari Pantai Kuranji Dalang, langkah kecil itu dimulai. Sejumlah taruna belajar bahwa perjalanan menjadi seorang pelaut tidak hanya tentang seberapa jauh kapal mampu berlayar, tetapi juga seberapa kuat seseorang mampu menjaga disiplin, tanggung jawab dan keteguhan dirinya ketika menghadapi tantangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *