Lombok Barat, NTB – Semangat kebersamaan terlihat di tengah proses pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ibat NW, Dusun Beroro, Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (21/9/2026).
Di tengah aktivitas pembangunan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Jembatan Kembar Timur, Sertu Amirudin, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung, turut turun langsung membantu pekerjaan bersama masyarakat dan pihak pondok pesantren.
Kehadiran Babinsa bukan sekadar membantu pekerjaan fisik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap pembangunan sarana pendidikan dan keagamaan di wilayah binaan.
Turun Langsung Bersama Masyarakat
Dengan semangat gotong royong, Sertu Amirudin bersama warga dan pengelola Ponpes Nurul Ibat NW mengerjakan berbagai pekerjaan yang dibutuhkan dalam proses pembangunan. Kebersamaan tersebut membuat pekerjaan terasa lebih ringan sekaligus mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat.
Sertu Amirudin mengatakan, gotong royong merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat di wilayah binaannya.
“Gotong royong seperti ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat. Kami berharap pembangunan Ponpes Nurul Ibat NW dapat berjalan lancar dan nantinya memberikan manfaat bagi para santri serta masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Menurutnya, fasilitas pendidikan dan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan belajar serta pembinaan generasi muda. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan menjadi bagian penting agar fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan.
Dukungan Babinsa Jadi Penyemangat
Apresiasi juga disampaikan Kepala Ponpes Nurul Ibat NW, Ustazd Masjudin, M.Pd. Ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian Babinsa yang hadir dan ikut membantu proses pembangunan.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan bantuan Babinsa dalam kegiatan gotong royong ini. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami dan menjadi motivasi untuk terus menyelesaikan pembangunan Ponpes Nurul Ibat NW demi menunjang kegiatan pendidikan dan pembinaan para santri,” ujarnya.
Bagi pihak pondok pesantren, dukungan tersebut menjadi tambahan semangat untuk menyelesaikan pembangunan secara bertahap. Kehadiran Babinsa juga menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat kepedulian sosial.
Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Kegiatan gotong royong tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan pembangunan. Interaksi antara Babinsa, warga, dan pengelola pondok juga menjadi sarana mempererat silaturahmi.
Melalui kegiatan sederhana di tengah masyarakat, komunikasi dan kebersamaan dapat terus terbangun. Hubungan yang dekat tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Babinsa di wilayah binaan.
Gotong royong di Ponpes Nurul Ibat NW akhirnya menjadi gambaran sederhana tentang kekuatan kebersamaan. Ketika TNI dan masyarakat bergerak bersama, pekerjaan yang berat dapat dikerjakan dengan semangat yang lebih ringan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan yang diharapkan memberi manfaat bagi para santri dan masyarakat di sekitar Ponpes Nurul Ibat NW, Dusun Beroro, Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.
Babinsa Jembatan Kembar Timur, Sertu Amirudin, Koramil 1606-04/Gerung, Kodim 1606/Mataram, Ponpes Nurul Ibat NW, Pondok Pesantren Nurul Ibat NW, gotong royong Babinsa, Babinsa Lombok Barat, TNI dan masyarakat, pembangunan pondok pesantren, pembangunan Ponpes Lombok Barat, Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Dusun Beroro, Lombok Barat NTB, kemanunggalan TNI dan rakyat, kegiatan Babinsa, TNI AD, Kodim 1606 Mataram, berita Lombok Barat












