Berita

Unit Inafis Satreskrim Polres Bima Kabupaten Olah TKP Penemuan Orok bayi di Desa Runggu, Wanita 19 Tahun Ikut Diamankan

×

Unit Inafis Satreskrim Polres Bima Kabupaten Olah TKP Penemuan Orok bayi di Desa Runggu, Wanita 19 Tahun Ikut Diamankan

Share this article

 

Unit Inafis Satreskrim Polres Bima Kabupaten Polda NTB menggelar olah TKP penemuan orok bayi laki laki di Desa Runggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima pada Sabtu 12 September 226 pukul 08.30. Wita.

Hasil olah TKP dan hasil pemeriksaan medis menunjukkan orok berjenis kelamin laki laki itu Umur bayi di dalam Kandungan di perkirakan sekitar 4,6 Bulan.

Di TKP petugas melakukan pengamatan secara umum, melakukan pemotretan baik secara umum maupun khusus.
dan membuat sketsa TKP baik Khusus maupun umum.

Hasilnya disimpulkan bahwa orok tersebut sengaja dibuang atau di bunuh oleh seorang wanita yang baru melahirkan.

Kronologi,
Sekira pukul 05.30 Wita salah satu warga berinisial IS (L) membersihkan got disekitar rumahnya dan menemukan sebuah janin yang awalnya dia kira janin dari hewan.

Kemudian mengambil janin tersebut menggunakan sekop kecil dan bertujuan untuk membuangnya di sungai namun di tengah jalan warga ini menyadari bahwa janin tersebut adalah janin manusia dan mengurungkan niat lalu memberitahukan kepada warga lainnya.

Setelah itu warga berinisial M datang dan awalnya berniat untuk menguburkan janin tersebut namun setelah melihat janin tersebut mengambil kain kafan dan membungkus janin tersebut dan menghubungi anggota polsek belo untuk mengecek tkp.

Tidak lama kemudian anggota Polsek Belo tiba di TKP dan melakukan serangkaian penyelidikan serta berkoordinasi dengan unit Inafis Satreskrim Polres Bima Kabupaten.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan personel Polsek Belo mendapatkan informasi bahwa ada salah warga setempat yang baru melahirkan. Menindaklanjuti informasi tersebut Kapolsek Belo Iptu Johansyah mendatangi kediaman wanita berinisial
DEP (P/19) Warga Desa Runggu.

Dihadapan petugas terduga pelaku mengakui perbuatannya dan setelah yang bersangkutan diamankan di Mapolsek Bolo dan selanjutnya akan diserahkan ke Unit PPA Polres Bima Kabupaten.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., melalui Kapolsek Belo Iptu Johansyah.

Lanjutnya, sementara motiv terduga pelaku yang tega membuang orok nya itu masih dalam pemeriksaan secara intensif oleh penyidik.

“Hingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif”. Ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan situasi Kamtibmas diwilayah hukum Polsek Belo dilaporkan dalam keadaan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…