Berita

Visitasi ke Pemkot Denpasar, Peserta PKN Tingkat II Gali Praktik Baik Perlindungan dan Akses Pasar Pelaku Usaha

×

Visitasi ke Pemkot Denpasar, Peserta PKN Tingkat II Gali Praktik Baik Perlindungan dan Akses Pasar Pelaku Usaha

Share this article

 

DENPASAR – Rombongan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 26 Tahun 2026 menuntaskan rangkaian agenda Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Provinsi Bali. Melalui pembelajaran lapangan yang terstruktur, tim kelompok kerja merumuskan dokumen advokasi kebijakan strategis bertajuk “Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Ekonomi Kreatif untuk Memperkuat Ketahanan Nasional” dengan fokus subtema “Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pemasaran dan Komersialisasi Produk Kreatif”.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan langsung dari Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Kapusdik) terkait penguatan kompetensi kepemimpinan adaptif. Arahan tersebut menegaskan pentingnya kepekaan aparatur sipil negara dalam membaca perubahan lingkungan strategis, merespons tantangan secara cepat, serta merajut kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan kemanfaatan publik yang nyata dan berkelanjutan. Usai menerima arahan, para peserta diberangkatkan menggunakan armada bus menuju lokus utama di Kota Denpasar.

Perjalanan darat tersebut membawa rombongan melintasi denyut sentra ekonomi dan budaya lokal hingga memasuki kompleks Kantor Pemerintah Kota Denpasar. Setibanya di balai kota, rombongan diterima secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Putu Wisnu Wijaya Kusuma, ST, MT. Dalam forum tersebut, dipaparkan kinerja makro Denpasar yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6,11 persen pada 2025, capaian IPM tertinggi di Bali sebesar 85,63, serta tata kelola birokrasi berakar budaya dengan spirit Sewaka Dharma. Pertemuan diakhiri dengan prosesi penukaran cinderamata kehormatan antara Pemkot Denpasar dan delegasi peserta PKN II sebagai simbol apresiasi kemitraan. Observasi lapangan kemudian berlanjut ke Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), pusat sarana dan prasarana Badan Ekonomi Kreatif Denpasar yang mengorkestrasi 1.843 unit usaha kreatif dan jejaring komunitas lokal.

Di gedung ini, tim menggelar pendalaman materi melalui sesi tanya jawab interaktif bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, S.S., M.Par. Dialog berfokus pada langkah sinkronisasi promosi event pariwisata dengan penguatan produksi, jaminan mutu, legalitas, hak kekayaan intelektual (HKI), hingga akses pasar bagi industri kecil dan menengah (IKM). Guna memperluas sosialisasi publik, perwakilan peserta turut mengisi siaran langsung di Radio Publik Pemkot Denpasar untuk memaparkan esensi dan manfaat strategis kegiatan visitasi. Agenda dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas teater pentas seni di lantai dua Gedung DNA sebagai ruang ekspresi seniman pertunjukan, disusul kunjungan ke gerai Rumah Belanja DNA guna meninjau standardisasi kemasan, kurasi, dan etalase komersialisasi produk wastra, kriya, serta kuliner unggulan.

Setelah agenda lapangan tuntas, seluruh rombongan mengambil jeda istirahat, salat, dan makan siang (ISHOMA) bersama sebagai ruang konsolidasi informal antarpembina dan peserta.Rangkaian kegiatan diakhiri dengan rapat pleno perumusan laporan advokasi kebijakan. Tim menyodorkan delapan butir rekomendasi strategis bagi penguatan ekonomi Denpasar: Katalog Suvenir Resmi Terstandar: Menyeleksi produk lokal terkurasi untuk diprioritaskan dalam kegiatan kedinasan. Jaminan Mutu Rumah Belanja DNA: Menerapkan sistem First Expired First Out (FEFO) dan Supplier Scorecard pada etalase resmi daerah. Klinik UMKM Tiga Tingkat: Memberikan pendampingan bertahap mulai dari legalitas usaha (NIB, PIRT), kesiapan masuk ritel modern, hingga sertifikasi SNI dan ekspor. Satu Data Produk Kreatif: Mengintegrasikan basis data puluhan ribu UMKM lintas instansi dalam dashboard terpadu. Skema Festival to Market: Menghubungkan lonjakan promosi festival menjadi transaksi berulang (repeat order) dan kontrak kerja sama bisnis jangka panjang. Sistem UMKM Tangguh Krisis: Mempersiapkan mitigasi usaha dan kanal penjualan darurat untuk memperkuat ketahanan ekonomi pascakrisis. Perluasan Inovasi Inklusif RADITYA: Memperluas keterlibatan penyandang disabilitas ke sektor produksi konten digital kreatif yang ramah kelompok rentan. Tim Koordinasi Lintas OPD: Memadukan indikator kinerja bersama antardinas teknis guna memangkas hambatan birokrasi. Keberhasilan penyusunan dokumen advokasi ini lahir dari kolaborasi solid seluruh jajaran tim penyusun. T

im VKN PKN II Angkatan 26 berada di bawah arahan Pembina Nugroho Siswoko, S.I.K. dan Iqbal Yudhi, S.I.K., M.H., serta dipimpin oleh Dr. Dikky Anugerah, S.Sos., M.SP. selaku Ketua Tim, didampingi Wakil Ketua Adri Desas Furyanto, S.H., M.H., dan Sekretaris Endang Werdiningsih, S.H., M.H. Substansi materi dan tata laksana forum diperkuat oleh tim Pemaparan Gayatri Rachmi Rilowati, A.Md.IP., SH., M.Hum. dan Kristian Adi Wibawa, S.P., M.H., dengan Moderator Ernie Vera NZH, S.I.K. Kelancaran koordinasi operasional didukung oleh Tim Efektif yang diperkuat Adri Desas Furyanto, S.H., M.H., Gayatri Rachmi Rilowati, A.Md.IP., SH., M.Hum., Kam’ndyah, S.I.K., M.H., dan Ni Kom. Three Ayu Juniartini, S.P., S.Ag., M.I.Kom. Dokumentasi audio-visual dikawal oleh Tim Video dan Dokumentasi Dr. Wildan Djaya Soekmiara, Sp.B., Subsp.Onk.(K) bersama Listijohadi, S.H., M.Si. Sementara itu, ketajaman telaah rekomendasi disusun oleh Tim Policy Brief Dr. Anno Soembolo, S.H., M.H. dan Dr. M. Syahrul A. Rambe, S.Sos., S.H., M.H., dengan dukungan kelancaran fasilitasi lapangan oleh Liaison Officer (LO) I Nyoman Suantara, S.H. Ketua Tim VKN, Dr. Dikky Anugerah, menegaskan bahwa naskah telaah ini diserahkan resmi kepada Pemerintah Kota Denpasar sebagai sumbangsih pemikiran strategis agar praktik baik kepemimpinan adaptif dapat terus melembaga, melindungi pelaku usaha lokal, serta mendorong produk kreatif daerah berdaya saing di kancah global. (Rilis/PKN-II-26|26/Tim-3-VKN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…