Berita

Seorang Wanita Warga Dete Ditemukan Meninggal Dunia di Persawahan, Polsek Lape Bergerak Cepat Olah TKP

×

Seorang Wanita Warga Dete Ditemukan Meninggal Dunia di Persawahan, Polsek Lape Bergerak Cepat Olah TKP

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Warga Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di areal persawahan wilayah Orong Keban Nyamung, Dusun Bukit Tinggi, Desa Dete, Selasa (18/08/2026) siang.

Korban diketahui berinisial N (53), seorang petani atau pekebun yang merupakan warga Dusun Dete Bawa, Kecamatan Lape. Korban pertama kali ditemukan oleh saudara kandungnya sendiri yang sengaja mendatangi lokasi perkebunan.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Lape IPTU Sumarlin, S.H menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan saksi yang juga merupakan saudara kandung korban, peristiwa ini bermula ketika korban berangkat ke lokasi Orong Keban Nyamung sejak tiga hari lalu, tepatnya pada hari Sabtu (15/08/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.

“Setelah tiga hari tidak kunjung pulang, saksi berinisiatif menyusul korban ke lokasi persawahan tersebut pada hari Selasa (18/08/2026) sekitar pukul 10.55 WITA. Setibanya di lokasi, saksi mendapati pintu bale orong (rumah sawah) dalam keadaan terbuka dan korban tidak berada di tempat”, ujar Kapolsek Lape.

Saksi kemudian mencari di sekitar area sawah dan akhirnya menemukan korban tergeletak di salah satu pematang sawah dalam kondisi sudah tidak bernyawa, membengkak, serta mulai membusuk.

Mendapati kejadian tersebut, saksi langsung menghubungi pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Lape dan Puskesmas Lape. Petugas piket jaga Polsek Lape bersama tenaga medis Puskesmas Lape yang menerima laporan langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta menghubungi Tim Inafis Polres Sumbawa.

Korban segera dievakuasi ke Puskesmas Lape untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tenaga medis. Berdasarkan hasil visum tersebut, dokter menyatakan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 24 jam, mengingat kondisi tubuhnya yang sudah membusuk, lebam di seluruh bagian, serta adanya luka terbuka di bagian mulut. Tim medis menegaskan bahwa tidak dimungkinkan untuk memastikan adanya unsur kekerasan fisik karena kerusakan jaringan tubuh akibat pembusukan yang lanjut. Sejalan dengan hal tersebut, pihak keluarga menyampaikan bahwa korban semasa hidupnya memang memiliki riwayat penyakit kulit.

Pihak keluarga korban menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah dan secara tegas menolak untuk dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan luar selesai, jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar pihak puskesmas serta keputusan keluarga yang menolak autopsi karena telah menerima takdir ini sebagai musibah, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” terang pihak kepolisian setempat.

Dengan telah diserahkannya jenazah kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan, situasi di Desa Dete dipastikan tetap tenang dan kondusif, sementara aparat kepolisian terus memantau keadaan untuk memastikan ketertiban lingkungan pasca-kejadian. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *