Sumbawa Barat, NTB – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) terus diperkuat Polres Sumbawa Barat melalui patroli dialogis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Kali ini, personel Satuan Samapta menyambangi kawasan permukiman warga di Desa Meraran, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (11/08/2026).
Patroli tersebut tidak sekadar dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi dan kedekatan antara polisi dengan masyarakat. Personel menyapa warga dan berdialog secara humanis untuk menggali informasi terkait kondisi kamtibmas di lingkungan setempat.Dalam kegiatan tersebut, personel juga bertemu dengan sejumlah pelajar yang baru pulang sekolah. Momen itu dimanfaatkan petugas untuk memberikan edukasi sekaligus pesan kamtibmas agar para pelajar tidak terjerumus dalam berbagai aktivitas negatif yang dapat merusak masa depan.Para pelajar diingatkan untuk menjauhi kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras (miras), tindak pidana, hingga aksi perkelahian antarpelajar. Polisi juga mengajak mereka untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif serta menjaga pergaulan.
Kapolres Sumbawa Barat AKBP Rendy Andy Julikhlas, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta AKP Siswoyo, S.H., mengatakan patroli dialogis merupakan kegiatan rutin yang dilakukan jajarannya sebagai bentuk pelayanan sekaligus langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan.
“Dalam patroli tersebut personel tidak hanya memantau situasi untuk memastikan keamanan di kawasan tersebut, tetapi juga berdialog dengan masyarakat untuk menggali informasi yang berkembang. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, ” ujar AKP Siswoyo.
Ia menegaskan, pencegahan terhadap perilaku negatif di kalangan generasi muda membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, kepolisian terus mendorong masyarakat, khususnya orang tua dan lingkungan sekitar, untuk ikut mengawasi serta memberikan edukasi kepada anak-anak dan remaja.
“Personel mengimbau masyarakat, terutama para pelajar, agar menjauhi berbagai bentuk kegiatan negatif yang justru dapat mencelakai diri sendiri. Kami juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing, ” tegasnya.
Menurut AKP Siswoyo, pendekatan dialogis menjadi salah satu cara efektif untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus mendeteksi sejak dini berbagai potensi gangguan keamanan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memperkuat kemitraan dalam menjaga kondusivitas wilayah.












