Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahKesehatanLingkunganLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRI

Sinergi Babinsa dan Warga Jaga Kebersihan Kantor Desa Dopang

×

Sinergi Babinsa dan Warga Jaga Kebersihan Kantor Desa Dopang

Share this article

Lombok Barat, NTB – Semangat kebersamaan kembali terlihat di Desa Dopang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Memasuki musim hujan yang identik dengan meningkatnya risiko genangan air, saluran tersumbat, hingga berkembangnya berbagai penyakit akibat lingkungan yang kurang bersih, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Dopang, Komando Rayon MIliter (Koramil) 1606-07/Gunungsari, Serma I Kadek Dwija Putra, bersama unsur pemerintah desa dan masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan rumput liar serta sampah di sekitar halaman Kantor Desa Dopang, Kamis (30/7/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan kantor desa, aksi bersama ini juga menjadi langkah preventif dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, sekaligus siap menghadapi datangnya intensitas hujan yang mulai meningkat.

 

Kolaborasi Wujud Kepedulian Terhadap Lingkungan

 

Gotong royong melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kepala Desa Dopang beserta staf, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, para Kepala Dusun (Kadus), ketua RT, hingga personel Linmas. Seluruh peserta bahu-membahu membersihkan rumput liar, mengumpulkan sampah, serta merapikan area halaman kantor desa agar tetap bersih dan tertata.

 

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan tugas pembinaan wilayah, tetapi juga menjadi penggerak semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan. “Melalui aksi sederhana seperti ini, nilai-nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama terus ditanamkan kepada masyarakat,” harap Kadus Dopang, Suhaim.

 

Antisipasi Dampak Musim Hujan Sejak Dini

 

Memasuki musim hujan, kebersihan lingkungan menjadi perhatian penting. Sampah yang menumpuk dan rumput liar yang tidak terawat berpotensi menghambat aliran air serta memicu genangan yang dapat menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah maupun penyakit lainnya.

 

“Karena itu, kegiatan gotong royong ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat,” jelas Serma I Kadek Dwija Putra, Babinsa Dopang.

 

“Kami terus berkoordinasi dengan masyarakat untuk mempertahankan budaya gotong royong sebagai bagian dari upaya menciptakan wilayah binaan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh wargan” tambahnya.

 

Memperkuat Sinergi Demi Desa yang Lebih Baik

 

Selain memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, dan masyarakat. Kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan, termasuk potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

 

“Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, Desa Dopang menunjukkan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama mampu memberikan dampak besar bagi kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Hairul Ijal, anggota BPD Dopang.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar serta mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan siap menghadapi musim hujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…