Berita

Bhabinkamtibmas Kelurahan Majidi Ajak Warga Aktifkan Ronda Malam Demi Menjaga Kamtibmas

×

Bhabinkamtibmas Kelurahan Majidi Ajak Warga Aktifkan Ronda Malam Demi Menjaga Kamtibmas

Share this article

Lombok Timur – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Kelurahan Majidi Polsek Selong, BRIGPOL Lalu A’ang Anugrah, melaksanakan kegiatan Door to Door System (DDS) kepada masyarakat pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lingkungan Sawing, Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, dengan sasaran masyarakat setempat sebagai bentuk pendekatan dan pembinaan guna meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, BRIGPOL Lalu A’ang Anugrah mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan kegiatan ronda malam sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi potensi tindak kejahatan, khususnya pada malam hari. Warga juga diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dengan mengawasi lingkungan sekitar serta memperhatikan keberadaan orang-orang yang mencurigakan.

Selain itu, Bhabinkamtibmas mengingatkan masyarakat agar selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan kepolisian. Melalui komunikasi yang baik dan sinergi antara masyarakat dengan aparat kepolisian, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Pada kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga mensosialisasikan Call Center Polres Lombok Timur 110 sebagai layanan pengaduan dan pelayanan kepolisian yang dapat diakses masyarakat secara cepat apabila terjadi gangguan Kamtibmas maupun keadaan darurat lainnya.

Kegiatan DDS ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Melalui kegiatan tersebut diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat, meningkatnya kesadaran warga dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama, serta terciptanya situasi Kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kelurahan Majidi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…