Berita

Patroli Blue Light Sat Samapta Polres Lombok Timur Sasar Titik Rawan, Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan Jalanan

×

Patroli Blue Light Sat Samapta Polres Lombok Timur Sasar Titik Rawan, Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan Jalanan

Share this article

Lombok Timur – Satuan Samapta Polres Lombok Timur mengintensifkan kegiatan Patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) Blue Light pada Minggu (26/7/2026) malam hingga Senin (27/7/2026) dini hari. Patroli yang berlangsung mulai pukul 21.00 WITA hingga 04.00 WITA tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi tindak kriminalitas 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), balap liar, serta berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Lombok Timur.

Patroli menyasar sejumlah lokasi yang dinilai memiliki tingkat aktivitas masyarakat cukup tinggi dan berpotensi menjadi titik rawan gangguan kamtibmas, yakni kawasan Kota Selong, Padamara, dan Paokmotong. Dalam pelaksanaannya, personel Sat Samapta menerapkan pola patroli dialogis dengan menyambangi masyarakat, pengguna jalan, serta kelompok pemuda untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengajak mereka bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

Kasat Samapta Akp Lalu Panca Warsa,S.H Polres Lombok Timur mengatakan, kehadiran personel di lapangan melalui patroli Blue Light merupakan langkah preventif untuk memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya tindak pidana maupun pelanggaran yang dapat mengganggu ketertiban umum. Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga meningkatkan kewaspadaan pada titik-titik yang kerap dijadikan lokasi balap liar dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.

“Patroli KRYD Blue Light merupakan bentuk komitmen Polres Lombok Timur dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah terjadinya tindak kriminalitas, balap liar, maupun gangguan kamtibmas lainnya sehingga masyarakat dapat beraktivitas dan beristirahat dengan aman dan nyaman,” ujar Kasat Samapta.

Melalui patroli rutin tersebut, Polres Lombok Timur berharap situasi keamanan di wilayah hukumnya tetap terjaga dalam kondisi aman dan kondusif. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga ketertiban lingkungan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas, sehingga tercipta sinergi dalam mewujudkan Lombok Timur yang aman, tertib, dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…