Berita

Patroli Blue Light Polsek Kopang Perkuat Keamanan Malam, Antisipasi Aksi 3C di Jalur Utama

×

Patroli Blue Light Polsek Kopang Perkuat Keamanan Malam, Antisipasi Aksi 3C di Jalur Utama

Share this article

LOMBOK TENGAH – Personel Polsek Kopang, Polresta Lombok Tengah, meningkatkan kegiatan patroli Blue Light pada Jumat (24/7) malam sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor), serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 23.35 Wita tersebut menyasar Jalan Raya Kopang di Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Jalur tersebut merupakan salah satu ruas yang masih dilalui masyarakat pada malam hari sehingga memerlukan kehadiran aparat kepolisian guna memberikan rasa aman kepada pengguna jalan dan warga sekitar.

Dalam pelaksanaannya, personel piket SPKT melakukan patroli menggunakan kendaraan dinas dengan menyalakan lampu rotator biru (Blue Light) sebagai bentuk kehadiran polisi di lapangan. Selain memantau arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat, petugas juga melakukan pengawasan terhadap potensi gangguan kamtibmas serta mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang berpotensi melakukan aksi kriminal.

Kapolsek Kopang mengatakan, patroli Blue Light merupakan kegiatan rutin yang terus diintensifkan sebagai upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk tindak pidana, terutama pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.

“Melalui patroli Blue Light, kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dan melintas dengan aman. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah niat maupun kesempatan para pelaku kejahatan serta menciptakan situasi kamtibmas yang tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Selain sebagai langkah pencegahan kriminalitas, patroli tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat. Petugas mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan, segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan, serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

Polresta Lombok Tengah melalui Polsek Kopang menegaskan akan terus mengoptimalkan patroli pada jam-jam rawan sebagai bagian dari komitmen memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah hukum Polresta Lombok Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…