Berita

Sat Binmas Polres Dompu Berikan Penyuluhan Kamtibmas dalam Kegiatan Nonfisik TMMD ke-129 Tahun 2026 di SMAN 1 Manggelewa

×

Sat Binmas Polres Dompu Berikan Penyuluhan Kamtibmas dalam Kegiatan Nonfisik TMMD ke-129 Tahun 2026 di SMAN 1 Manggelewa

Share this article

Dalam rangka mendukung pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026, Sat Binmas Polres Dompu menghadiri kegiatan penyuluhan nonfisik sebagai narasumber di SMAN 1 Manggelewa, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Rabu (22/7/2026) pukul 08.00 WITA.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ps. Kanit Bintibsos Sat Binmas Polres Dompu AIPTU Ismi Andri Nurwati, S.H. sebagai narasumber yang memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya tentang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba di Kabupaten Dompu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pjs. Pasiter Kodim 1614/Dompu Letda Abubakar, S.H., mewakili Dandim 1614/Dompu.

Dalam sambutannya, Letda Abubakar, S.H. menjelaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu TNI bersama pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan desa, baik melalui kegiatan fisik maupun nonfisik.

“Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan penyuluhan seperti yang dilaksanakan hari ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah dan Polres Dompu atas dukungan serta sinerginya dalam menyukseskan kegiatan TMMD ke-129 Tahun 2026,” ujarnya.

Pada sesi penyuluhan, AIPTU Ismi Andri Nurwati, S.H. menyampaikan berbagai materi yang berkaitan dengan situasi Kamtibmas di Kabupaten Dompu. Ia mengingatkan para pelajar agar menjauhi penyalahgunaan narkoba, tidak terlibat dalam aksi kekerasan maupun tindak kriminal, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Di hadapan para siswa, ia juga menyoroti maraknya kasus kekerasan yang melibatkan anak dan remaja, termasuk aksi pemanahan, penganiayaan, serta keterlibatan pelajar dalam tindakan melanggar hukum.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Jangan sampai masa depan kalian rusak karena narkoba, kekerasan, maupun tindakan kriminal. Gunakan smartphone secara bijak untuk hal-hal yang bermanfaat, fokus belajar, dan jauhi pergaulan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.

Ia juga menjelaskan bahwa Undang-Undang Perlindungan Anak bukanlah tameng untuk melakukan pelanggaran hukum, melainkan sebagai perlindungan agar anak tumbuh dan berkembang secara baik serta terhindar dari perilaku menyimpang. Selain itu, para pelajar diimbau untuk tidak ikut serta dalam aksi pemblokiran jalan maupun tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara narasumber dan para siswa. Kegiatan berakhir pada pukul 10.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Kasat Binmas Polres Dompu AKP Makrus, S.Sos menyampaikan bahwa kehadiran personel Sat Binmas dalam kegiatan TMMD merupakan bentuk sinergitas Polri dengan TNI dalam membangun kesadaran hukum dan meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Melalui kegiatan penyuluhan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada para pelajar agar menjauhi narkoba, kenakalan remaja, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum. Edukasi sejak dini merupakan langkah preventif yang sangat efektif dalam menciptakan generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan menjadi pelopor Kamtibmas di lingkungan masing-masing,” ujar AKP Makrus.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan penyuluhan tersebut sebagai bentuk nyata kolaborasi antara Polri, TNI, dan dunia pendidikan.

“Polres Dompu terus mendukung setiap kegiatan edukatif yang bertujuan membentuk karakter generasi muda. Sinergi dalam program TMMD menjadi momentum yang sangat baik untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas, bahaya narkoba, serta pentingnya kepatuhan terhadap hukum. Kami berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan sekolah maupun masyarakat yang aman, tertib, dan bebas dari pengaruh negatif,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika.

Melalui kegiatan ini, Polres Dompu berharap para pelajar semakin memahami pentingnya menjaga keamanan lingkungan, menjauhi penyalahgunaan narkoba, bijak bermedia sosial, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Dompu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…