Berita

Curi Tas Berisi Uang dan Perhiasan, Pengangguran Asal Jatiwangi Diringkus Tim Opsnal Polsek Rasbar

×

Curi Tas Berisi Uang dan Perhiasan, Pengangguran Asal Jatiwangi Diringkus Tim Opsnal Polsek Rasbar

Share this article

Kota Bima, NTB – Tim Opsnal Polsek Rasanae Barat (Rasbar) Polres Bima Kota berhasil mengungkap kasus pencurian tas berisi uang dan perhiasan yang terjadi di sebuah kios di kawasan Amahami. Seorang pria berinisial BH (43), pengangguran asal Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, diringkus kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Barat AKP Adhar, Kamis (23/7/2026) pagi, menjelaskan bahwa pelaku berhasil diamankan berkat gerak cepat Tim Opsnal Polsek Rasbar.

“Pelaku berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah kejadian,” ujar AKP Adhar.

Peristiwa pencurian terjadi pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 21.00 WITA di kios milik Rosmania (52), warga Lingkungan Amahami, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat.

Kapolsek menjelaskan, saat itu korban sedang duduk di depan kios sambil bermain telepon genggam. Ketika hendak menutup kios dan pulang, korban terkejut karena tas miliknya yang sebelumnya disimpan di dalam kios telah raib.

Korban sempat berupaya mencari tas tersebut di sekitar lokasi, namun tidak berhasil menemukannya. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp2,6 juta.

Menindaklanjuti laporan korban, Tim Opsnal Polsek Rasanae Barat di bawah kendali Kanit Reskrim IPDA Muhammad Hilir dan dipimpin Katim Opsnal AIPTU Thaufarrahman melakukan serangkaian penyelidikan.

Hasil penyelidikan mengarah kepada BH. Pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 15.00 WITA, tim bergerak menuju Lingkungan Tambana, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, dan berhasil mengamankan terduga pelaku tanpa perlawanan.

Saat diinterogasi, BH mengakui telah mencuri tas milik korban di kios kawasan Amahami. Pelaku juga menunjukkan lokasi tempat ia membuang barang bukti.

Petugas kemudian menuju semak-semak di Lingkungan Amahami dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu tas warna hitam, satu dompet warna cokelat, uang tunai sebesar Rp556 ribu, satu kalung perak, satu cincin perak, serta satu unit sepeda motor yang diduga digunakan pelaku.

Saat ini, BH beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolsek Rasanae Barat dan diserahkan kepada penyidik Reskrim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Rasanae Barat AKP Adhar mengapresiasi kesigapan Tim Opsnal yang berhasil mengungkap kasus tersebut dalam waktu singkat. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para pedagang, agar lebih waspada dalam menjaga barang berharga.

“Pastikan barang berharga dibawa pulang atau disimpan di tempat yang aman. Jangan memberikan celah kepada pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya,” pesan AKP Adhar.

Kapolsek menegaskan, Polres Bima Kota akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap segala bentuk tindak kriminal demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…