Berita

Patroli Blue Light Sat Samapta Polres Bima Kota, Wujudkan Rasa Aman dan Nyaman di Tengah Masyarakat

×

Patroli Blue Light Sat Samapta Polres Bima Kota, Wujudkan Rasa Aman dan Nyaman di Tengah Masyarakat

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Personel Pleton 2 Dalmas Satuan Samapta Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light pada Rabu (22/7/2026) pukul 00.00 Wita di sejumlah titik di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Samapta Iptu Kamaruddin, menjelaskan bahwa kegiatan patroli tersebut merupakan langkah preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari.

“Personel Ton 2 Dalmas Sat Samapta Polres Bima Kota melaksanakan patroli di wilayah hukum Polres Bima Kota dengan menyambangi sejumlah lokasi yang dianggap rawan gangguan kamtibmas. Selain itu, petugas juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas,” jelas Iptu Kamaruddin.

Dalam pelaksanaannya, personel patroli berdialog dengan warga yang masih beraktivitas pada malam hari, memberikan pesan-pesan kamtibmas, serta mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Patroli Blue Light juga bertujuan untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan jalanan, balap liar, maupun gangguan keamanan lainnya yang berpotensi meresahkan masyarakat.

Kasat Samapta menegaskan bahwa kegiatan patroli akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat guna menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah hukum Polres Bima Kota.

“Dengan kehadiran personel kepolisian di lapangan, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih tenang dalam menjalankan aktivitasnya serta semakin aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…