Berita

Gerak Cepat Polsek Madapangga Evakuasi Terduga Pelaku Curanmor dari Amukan Massa

×

Gerak Cepat Polsek Madapangga Evakuasi Terduga Pelaku Curanmor dari Amukan Massa

Share this article

 

Gerak Cepat Polsek Madapangga Polres Bima Kabupaten Polda NTB menggelar mengevakuasi terduga pelaku Curanmor dari amukan massa.

Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) itu terjadi pada Minggu 19 Juli 2026 sekira pukul 11.30. Wita di Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima.

 

Kronologi,
awalnya Korban berinisial PO (P/25) warga Desa Dena ini sedang duduk bersama adik perempuannya diatas motor di gang, lalu s tiba-tiba datang terduga pelaku berinisial MF (L/45)/warga Cabang Saleko Kelurahan Bali 1 Kecamatan Dompu menggeser korban.

Aksi saling tarik-menarik pun tak terelakkan hingga 10 meter dan korban berteriak sehingga warga setempat berhamburan menuju TKP.Warga yang geram sempat menggali korban.namun aksi warga tersebut dapat dihalau oleh petugas yang dengan cepat bergerak ke TKP setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., melalui Kapolsek Madapangga Ipda Ahmad Zulfikar S.H.,

Kapolsek meneruskan, terduga pelaku diduga kuat mengalami gangguan kejiwaan pasalnya yang bersangkutan tidak jelas dalam memberikan keterangan termasuk nama hingga alamatnya.

Namun demikian personel Polsek Madapangga hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap terduga pelaku.

Saat ini terduga pelaku dan barang bukti satu unit sepeda motor jenis Honda Vario diamankan di Mapolsek Madapangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…