Lombok Utara, NTB – Penantian panjang selama empat tahun akhirnya berakhir. Warga Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, kini dapat kembali menikmati akses yang aman setelah Jembatan Merah Putih berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan melalui kerja sama luar biasa antara anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram, Zeni Kodam (Zidam) IX/Udayana, dan masyarakat setempat, Senin (6/7/2026).
Jembatan yang selama bertahun-tahun menjadi harapan masyarakat itu kini berdiri kokoh sebagai simbol semangat gotong royong sekaligus bukti nyata bahwa kebersamaan mampu menghadirkan perubahan bagi kehidupan warga.
Penantian Panjang yang Berakhir Bahagia
Selama empat tahun terakhir, warga Desa Mumbul Sari harus menghadapi berbagai kesulitan akibat terputusnya akses penghubung. Aktivitas menuju sekolah, lahan pertanian, pusat kesehatan hingga kegiatan ekonomi menjadi lebih sulit dan memerlukan waktu tempuh yang lebih lama.
Kini, semua perjuangan tersebut terbayar.
Dalam waktu kurang lebih satu bulan, personel Kodim 1606/Mataram bersama prajurit Zidam IX/Udayana bahu-membahu bekerja tanpa mengenal lelah. Mereka tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun semangat kebersamaan bersama masyarakat yang setiap hari turut bergotong royong di lokasi pembangunan.
Kebersamaan itu menjadi kekuatan utama hingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan menghasilkan jembatan yang kokoh serta siap dimanfaatkan oleh masyarakat.
Gotong Royong Menjadi Kunci Keberhasilan
Sejak awal pembangunan, warga tidak hanya menjadi penonton. Mereka hadir membawa peralatan, membantu mengangkut material, hingga menyediakan konsumsi bagi para pekerja.
Pemandangan prajurit TNI dan masyarakat bekerja berdampingan setiap hari menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Tidak ada sekat di antara mereka. Semua memiliki tujuan yang sama, yakni mengembalikan akses vital yang selama ini dinantikan oleh seluruh warga desa.
“Kekompakan tersebut menjadi energi besar yang mempercepat proses pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat,” tutur Serka M. Adimudin, Babinsa Mumbul Sari, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-02/Bayan.
Menghubungkan Harapan, Menggerakkan Perekonomian
Rampungnya Jembatan Merah Putih bukan sekadar menghadirkan sarana penghubung. Infrastruktur ini diyakini akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas masyarakat di Kecamatan Bayan.
Kades Mumbul Sari, Mujtahidin, A.Md., mengungkapkan, “Petani kini dapat mengangkut hasil panen dengan lebih mudah. Anak-anak kembali memiliki akses yang lebih aman menuju sekolah. Sementara masyarakat tidak lagi harus memutar melalui jalur yang jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” unhkapnya.
“Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi desa sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Lombok Utara,” tambahnya.
Bukti Nyata Pengabdian TNI untuk Rakyat
Keberhasilan pembangunan Jembatan Merah Putih menjadi cerminan komitmen Kodim 1606/Mataram bersama Zidam IX/Udayana dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
Lebih dari sekadar membangun jembatan, pengabdian tersebut telah membangun harapan baru, memperkuat semangat persatuan, dan membuktikan bahwa sinergi antara TNI dan rakyat akan selalu menjadi fondasi utama dalam membangun Indonesia dari desa.
“Kini, jembatan yang dahulu hanya menjadi impian telah berubah menjadi kenyataan. Setiap langkah yang melintasinya akan selalu mengingatkan bahwa kerja keras, kepedulian, dan gotong royong mampu menghubungkan bukan hanya dua sisi sungai, tetapi juga harapan masyarakat menuju masa depan yang lebih baik,” ucap Mahidin, Masyarakat Pengadang Baru dengan penuh harap.












