BeritaBerita NTBBinkamDaerahKLULombokLombok UtaraLotaraNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPariwisataPemerintahanPengetahuanPerairanPeristiwaPersitiwaSinergitas Pemda TNI POLRI

Pantai Nipah Jadi Pusat Gerakan Pelestarian Terumbu Karang

×

Pantai Nipah Jadi Pusat Gerakan Pelestarian Terumbu Karang

Share this article

Lombok Utara, NTB – Hamparan laut biru Pantai Nipah di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB), wilayah teritorial Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-02/Tanjung, kembali menjadi saksi lahirnya aksi nyata pelestarian lingkungan. Di tengah keindahan pesisir yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan daerah, puluhan pegiat lingkungan, relawan, dan pemerhati kelautan turun langsung menanam harapan baru bagi ekosistem bawah laut melalui Program Rehabilitasi Terumbu Karang, Selasa siang (23/6/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.45 WITA ini merupakan hasil kolaborasi antara Turtle Conservation Community (TCC) Nipah bersama SAKA Grup Tangerang–Jakarta sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan memulihkan kondisi terumbu karang yang memiliki peran penting bagi kehidupan biota laut.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut mewakili Danrem 162/Wira Bhakti, Perwira Penghubung (Pabung) Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram wilayah KLU Letkol Inf. Ngakan Made Mariana, S.Pd., Ketua TCC Nipah Fikriludin, Tim Survei dan rombongan SAKA Grup Tangerang–Jakarta, serta para relawan dan peserta konservasi lingkungan.

 

Suasana penuh semangat terlihat sejak awal kegiatan ketika para peserta menerima pembekalan mengenai teknik transplantasi dan penanaman terumbu karang. Setelah itu, mereka bersama-sama merakit media transplantasi yang akan digunakan sebagai tempat tumbuh bibit karang baru sebelum akhirnya diturunkan ke dasar laut.

 

Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman dan pengikatan bibit terumbu karang secara simbolis yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan media transplantasi di perairan Pantai Nipah. Langkah tersebut menjadi awal dari proses panjang pemulihan ekosistem laut yang diharapkan mampu mengembalikan fungsi alami terumbu karang sebagai habitat berbagai biota laut.

 

Ketua TCC Nipah, Fikriludin, menegaskan bahwa rehabilitasi karang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan lingkungan dan masyarakat pesisir.

“Terumbu karang adalah rumah bagi ribuan biota laut. Ketika karang sehat, maka ekosistem laut akan tetap terjaga dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi nelayan, sektor pariwisata, serta generasi mendatang,” ujarnya.

 

Sementara itu, Pabung Kodim 1606/Mataram wilayah KLU, Letkol Inf. Ngakan Made Mariana, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak yang telah berkolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Lombok Utara.

“Kegiatan rehabilitasi terumbu karang ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan ekosistem laut kita. Terumbu karang memiliki peran strategis sebagai habitat biota laut sekaligus penopang sektor perikanan dan pariwisata. TNI sangat mendukung setiap gerakan positif yang melibatkan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, karena menjaga lingkungan sejatinya adalah menjaga kehidupan generasi yang akan datang,” tegasnya.

 

Senada dengan hal tersebut, Penanggung Jawab SAKA Grup Tangerang–Jakarta, Aldi, mengatakan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dalam mendukung pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa keberhasilan konservasi tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara komunitas lokal, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi nyata untuk memulihkan ekosistem bawah laut sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa laut yang sehat adalah aset berharga yang harus dijaga,” ungkapnya.

 

Antusiasme juga terlihat dari para peserta yang terlibat langsung dalam proses rehabilitasi karang. Salah seorang peserta, Aul (26), mengaku bangga dapat menjadi bagian dari gerakan pelestarian lingkungan tersebut.

“Awalnya saya hanya ingin melihat prosesnya, tetapi setelah ikut langsung menanam bibit karang, saya merasakan pengalaman yang sangat berharga. Kegiatan ini membuat saya semakin sadar bahwa menjaga laut bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan tanggung jawab kita semua. Semoga bibit-bibit karang yang kami tanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi ekosistem laut di masa depan,” tuturnya.

 

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara komunitas konservasi, dunia usaha, pemerintah, TNI, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Lombok Utara.

 

Meski berlangsung dalam beberapa jam, setiap bibit karang yang ditanam membawa harapan besar bagi masa depan laut Pantai Nipah. Dari dasar laut yang tenang, tumbuh pesan kuat bahwa menjaga alam hari ini merupakan warisan terbaik yang dapat diberikan kepada generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *