Berita

PATMOR SATSAMAPTA POLRES DOMPU INTENSIFKAN PATROLI DIALOGIS MALAM HARI, AJAK MASYARAKAT TINGKATKAN KEWASPADAAN DAN JAGA KAMTIBMAS

×

PATMOR SATSAMAPTA POLRES DOMPU INTENSIFKAN PATROLI DIALOGIS MALAM HARI, AJAK MASYARAKAT TINGKATKAN KEWASPADAAN DAN JAGA KAMTIBMAS

Share this article

Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Unit Patroli Motor (Patmor) Satsamapta Polres Dompu melaksanakan patroli dialogis pada Minggu malam, 14 Juni 2026, sekitar pukul 22.00 Wita.

Kegiatan patroli dipimpin langsung oleh Kanit Patmor Satsamapta Polres Dompu, AIPTU Arafik, bersama personel Patmor dengan menyisir sejumlah titik yang dianggap rawan kemacetan, rawan gangguan keamanan, serta lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat pada malam hari.

Dalam pelaksanaan patroli, personel tidak hanya melakukan pemantauan situasi kamtibmas, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban. Melalui pendekatan yang humanis dan persuasif, masyarakat diajak untuk meningkatkan kesadaran serta kepedulian terhadap keamanan lingkungan masing-masing.

Kanit Patmor AIPTU Arafik menyampaikan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, serta menumbuhkan kesadaran dalam diri masing-masing untuk menjadi pelopor keamanan di lingkungan tempat tinggalnya. Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu ketertiban, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan keamanan kendaraan saat diparkir, menghindari aktivitas yang dapat memicu gangguan kamtibmas, serta menjaga kerukunan antarwarga sebagai modal utama terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.

Sementara itu, Kasat Samapta Polres Dompu AKP Abdul Malik, S.H., menjelaskan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu upaya preventif kepolisian dalam mencegah terjadinya tindak pidana sekaligus mempererat hubungan kemitraan dengan masyarakat.

“Personel Samapta terus kami dorong untuk hadir di tengah masyarakat melalui patroli dialogis yang mengedepankan sikap humanis, profesional, dan penuh tanggung jawab. Selain menjaga situasi keamanan tetap kondusif, anggota juga diingatkan untuk selalu menjaga etika, disiplin, serta mengedepankan pelayanan yang ramah dan santun dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan,” ungkap AKP Abdul Malik.

Menurutnya, kehadiran polisi yang humanis dan responsif akan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mendorong terjalinnya sinergitas yang kuat dalam menjaga keamanan wilayah.

Di sisi lain, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika memberikan apresiasi atas konsistensi personel Satsamapta dalam melaksanakan patroli malam sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

“Kapolres Dompu menegaskan bahwa pendekatan humanis harus menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Kehadiran anggota di lapangan tidak hanya bertujuan melakukan pengawasan dan pencegahan kejahatan, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga tercipta rasa aman dan kepercayaan terhadap Polri,” ujar IPTU Nyoman.

Ia menambahkan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Dompu untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian sosial, dan tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas kepada pihak kepolisian. Dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat, situasi keamanan yang aman dan kondusif dapat terus terjaga,” pungkasnya.

Melalui patroli dialogis yang dilaksanakan secara rutin, Polres Dompu berharap dapat terus menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat serta mencegah munculnya berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Dompu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…