Bali NusraBeritaBerita NTBLombokMataramNTBNTB One TerkiniSinergitas Pemda TNI POLRI

Babinsa dan Warga Kompak Jaga Kebersihan Tanjung Karang

×

Babinsa dan Warga Kompak Jaga Kebersihan Tanjung Karang

Share this article

Mataram, NTB – Suasana penuh kebersamaan terlihat di Lingkungan Batu Dawe, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, saat puluhan warga bersama aparat pemerintah dan unsur keamanan turun langsung membersihkan saluran air serta bahu jalan dalam kegiatan Jum’at Astri, Sabtu (13/6/2026).

Sejak pagi hari, warga tampak membawa peralatan kebersihan dan bergabung dengan aparat kelurahan, kader PKK, Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta Bhabinkamtibmas. Mereka bekerja berdampingan membersihkan tumpukan sampah dan endapan tanah yang berpotensi menghambat aliran air. Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan

Program Jum’at Astri tidak sekadar berfokus pada kebersihan lingkungan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat hubungan sosial antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Tanjung Karang H. Gunawan, Sekretaris Kelurahan Lalu Samsul, Kasi Pemerintahan Farhan, S.H., staf Kelurahan Tanjung Karang, kader PKK, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa Kelurahan Tanjung Karang, Serka Yuntara.

Di tengah aktivitas pembersihan, para peserta tampak saling membantu tanpa memandang usia maupun profesi. Kebersamaan yang terjalin menciptakan suasana hangat sekaligus menjadi contoh positif bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan secara bersama-sama.

Babinsa Ajak Warga Tingkatkan Kesadaran Kolektif

Babinsa Kelurahan Tanjung Karang, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-09/Ampenan Serka Yuntara, menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, saluran air yang bersih akan membantu mencegah genangan dan mengurangi risiko banjir saat musim hujan. Selain itu, lingkungan yang terawat juga berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan warga.

“Melalui kegiatan Jum’at Astri ini, kami mengajak masyarakat untuk terus peduli terhadap lingkungan. Kebersihan bukan hanya soal keindahan, tetapi juga investasi kesehatan dan keselamatan bersama,” ujarnya.

Gotong Royong Perkuat Silaturahmi Warga

Sementara itu, Lurah Tanjung Karang, Haji Gunawan, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kekompakan masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong.

Menurutnya, budaya saling membantu harus terus dipelihara karena menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan yang harmonis, aman, dan nyaman.

“Kegiatan ini bukan hanya membersihkan got dan bahu jalan, tetapi juga mempererat silaturahmi. Ketika masyarakat bersatu dan peduli terhadap lingkungannya, maka kualitas hidup bersama akan semakin baik,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Antusiasme peserta yang tinggi menjadi bukti bahwa kolaborasi antara warga, pemerintah, dan aparat masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga kebersihan serta keindahan wilayah Kelurahan Tanjung Karang. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam Jum’at Astri diharapkan terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi lingkungan lainnya untuk bersama-sama menciptakan kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…