Berita

Hilang Sejak Mei, Mesin Diesel Senilai Rp10 Juta Berhasil Diungkap Polsek Ambalawi

×

Hilang Sejak Mei, Mesin Diesel Senilai Rp10 Juta Berhasil Diungkap Polsek Ambalawi

Share this article

Bima, NTB – Personel Polsek Ambalawi yang dipimpin Kanit Binmas Polsek Ambalawi, AIPDA Ardin, berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku pencurian mesin diesel pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Ambalawi IPTU Syamsuddin menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan korban terkait hilangnya satu unit mesin diesel miliknya yang disimpan di kawasan pinggir pantai Pelabuhan Ujung Harapan, Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima.

Korban diketahui bernama Irwan (36), seorang petani yang beralamat di Dusun Ujung Harapan RT 001/RW 005 Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi. Sementara dua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial SA (21) dan SU (19), yang juga merupakan warga Dusun Ujung Harapan, Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi.

Kapolsek Ambalawi menjelaskan, peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 22.00 WITA di rumah korban yang berlokasi di Dusun Tengge II RT 009/RW 003 Desa Tolowata, Kecamatan Ambalawi.

Korban baru mengetahui kehilangan mesin dieselnya pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 08.00 WITA saat menuju pelabuhan untuk melihat perahunya. Ketika melintas di lokasi penyimpanan mesin di pinggir pantai Pelabuhan Ujung Harapan, korban tidak lagi menemukan mesin diesel miliknya.

Korban kemudian berusaha mencari mesin diesel tersebut yang bermerk NKK tipe 36 PK warna biru, namun tidak berhasil menemukannya. Beberapa minggu kemudian, korban memperoleh informasi yang mengarah kepada para terduga pelaku sebagai pihak yang mengambil mesin tersebut.

Berdasarkan informasi tersebut, korban bersama pelapor melaporkan kejadian itu ke Polsek Ambalawi pada Kamis (11/6/2026). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Ambalawi yang dipimpin AIPDA Ardin segera bergerak dan berhasil mengamankan kedua terduga pelaku di rumah mereka yang berada di Dusun Ujung Harapan, Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi.

Selanjutnya, kedua terduga pelaku dibawa ke Mako Polsek Ambalawi untuk dilakukan pemeriksaan dan interogasi lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, kedua terduga pelaku mengakui telah melakukan pencurian terhadap mesin diesel milik korban. Mereka juga mengaku telah menjual mesin diesel tersebut kepada seseorang yang berasal dari Kota Bima dengan harga Rp400.000.

Saat ini, kedua terduga pelaku telah diamankan di Polsek Ambalawi guna menjalani proses hukum lebih lanjut serta pengembangan untuk mengungkap keberadaan barang bukti yang telah dijual.
Wujud Kepedulian Polri, Sat Samapta Polres Bima Kota Salurkan Bantuan Gizi bagi Ibu Hamil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…