Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahKeamananLombokNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniOlahragaPariwisataPelajar & MahasiswaPemerintahanPendidikanPengembangan DiriSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Babinsa Amankan Lomba Renang, Semangat Atlet Muda Warnai HUT Ke-132 Desa Batu Kumbung

×

Babinsa Amankan Lomba Renang, Semangat Atlet Muda Warnai HUT Ke-132 Desa Batu Kumbung

Share this article

Lombok Barat, NTB – Riuh sorak dukungan dari para orang tua, guru, dan masyarakat menggema di arena lomba renang antar pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolam Menangah Pertama (SMP) yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-132 Desa Batu Kumbung. Kegiatan yang berlangsung di Dusun Manggong, Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda yang penuh semangat dan sportivitas, Minggu siang (7/6/2026).

 

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Batu Kumbung, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada, Sertu Mite, turut melaksanakan pengamanan sekaligus pemantauan langsung di lokasi perlombaan. Kehadirannya menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung kegiatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan generasi muda.

 

Wadah Mengembangkan Bakat dan Prestasi

 

Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti setiap nomor perlombaan. Dengan penuh percaya diri, mereka menunjukkan kemampuan terbaik di kolam renang sambil disaksikan ratusan pendukung yang memberikan semangat tanpa henti dari tepi arena.

 

Sertu Mite mengatakan bahwa lomba renang tersebut memiliki nilai positif yang sangat besar bagi perkembangan anak-anak dan remaja di Desa Batu Kumbung.

 

“Lomba renang ini menjadi salah satu ajang untuk menyalurkan bakat dan kemampuan para pelajar di bidang olahraga, khususnya cabang renang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar peserta serta menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat,” ujarnya.

 

Menurutnya, dukungan dari orang tua, guru, dan masyarakat menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta untuk tampil maksimal dan menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung.

 

Babinsa Apresiasi Sportivitas Peserta

 

Selain melakukan pengamanan, Babinsa juga aktif berkoordinasi dengan panitia dan unsur terkait guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya kegiatan. Berkat kerja sama semua pihak, perlombaan berlangsung lancar, aman, dan penuh kegembiraan.

 

Sertu Mite memberikan apresiasi kepada panitia maupun seluruh peserta yang telah menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

 

“Harapan kami, melalui kegiatan ini akan lahir bibit-bibit atlet renang yang mampu mengharumkan nama daerah di masa mendatang. Di sisi lain, momentum HUT Desa Batu Kumbung ke-132 ini juga semakin memperkuat rasa kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat,” tambahnya.

 

Dukungan Orang Tua untuk Generasi Berprestasi

 

Kebahagiaan juga dirasakan para orang tua peserta. Salah satunya, Aris (40), yang mengaku bangga melihat anak-anak memiliki ruang untuk mengekspresikan bakat dan kemampuan mereka.

 

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan lomba renang ini. Selain memeriahkan HUT Desa, kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Kami berterima kasih kepada panitia, Babinsa, dan seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan meriah,” tuturnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, semangat kebersamaan, pembinaan karakter, dan pengembangan prestasi olahraga berpadu dalam satu momentum yang berkesan. HUT ke-132 Desa Batu Kumbung pun tidak sekadar menjadi perayaan usia, tetapi juga menjadi panggung lahirnya harapan baru bagi generasi muda yang siap berprestasi dan mengharumkan daerahnya di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…