Berita

Antisipasi Kriminalitas, Satpolairud Polres Lombok Barat Patroli Pantai Cemara

×

Antisipasi Kriminalitas, Satpolairud Polres Lombok Barat Patroli Pantai Cemara

Share this article
Cegah Kejahatan 3C, Satpolairud Polres Lombok Barat Sisir Pantai Cemara

LOMBOK BARAT — Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Lombok Barat memperketat pengamanan di sepanjang kawasan pesisir guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Langkah preventif ini dilakukan melalui patroli jalan kaki dan pendekatan dialogis kepada masyarakat di sekitar objek wisata Pantai Cemara, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Upaya ini menjadi prioritas utama kepolisian setempat untuk memberikan rasa aman kepada para wisatawan, pedagang, hingga pengguna jasa pelabuhan yang beraktivitas di wilayah perairan tersebut. Kondisi cuaca yang mendukung juga dimanfaatkan petugas untuk memaksimalkan pemantauan aktivitas warga di sepanjang garis pantai.

Menjaga Kondusivitas Kawasan Pesisir Lewat Patroli Jalan Kaki

Pada Minggu (07/06/2026), personel piket Pos Airud Lembar dikerahkan untuk menyisir area Pantai Cemara. Patroli dengan metode berjalan kaki sengaja dipilih agar petugas dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus memantau titik-titik rawan secara lebih detail. Fokus utama dari kegiatan ini adalah mencegah terjadinya tindak kriminalitas konvensional, khususnya aksi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau yang dikenal dengan istilah 3C.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Polairud, AKP L. Nursidi menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan secara langsung merupakan bentuk pelayanan nyata demi menciptakan situasi yang kondusif. Menghadirkan rasa aman bagi masyarakat pesisir dan pengguna jasa pelabuhan menjadi misi utama yang terus dijalankan secara konsisten oleh jajarannya.

“Kami terus mengintensifkan patroli jalan kaki di seputaran Pantai Cemara guna mencegah terjadinya gangguan 3C dan kejahatan lainnya. Kehadiran anggota di lapangan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman yang optimal bagi masyarakat sekitar serta para pengguna jasa pelabuhan yang melintas,” ujar AKP L. Nursidi dalam keterangan resminya.

Polmas Dialogis: Mengajak Masyarakat Menjaga Kebersihan dan Keamanan

Selain melakukan patroli pengamanan, personel Satpolairud Polres Lombok Barat juga menerapkan strategi Pemolisian Masyarakat (Polmas). Melalui pendekatan dialogis ini, petugas menyambangi satu per satu para pengunjung yang sedang berwisata serta para pedagang yang mengais rezeki di areal Pantai Cemara.

Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pantai dari sampah plastik serta bersama-sama memelihara ketertiban umum. Polisi menekankan bahwa keamanan kawasan wisata tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan hasil kolaborasi yang baik antara masyarakat, pedagang, dan pihak kepolisian.

AKP L. Nursidi menambahkan bahwa kesadaran kolektif dari warga setempat dan pengunjung merupakan kunci utama dalam mempertahankan daya tarik wisata Pantai Cemara. Lingkungan yang bersih dan aman secara otomatis akan menarik lebih banyak wisatawan, yang pada akhirnya berdampak positif pada perekonomian masyarakat lokal.

Situasi Kamtibmas Kondusif dan Nihil Kejadian Menonjol

Berdasarkan laporan evaluasi harian mengenai Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) yang dirilis oleh Satpolairud Polres Lombok Barat, wilayah perairan Lembar dan sekitarnya dipastikan berada dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ada laporan mengenai kejadian menonjol sepanjang hari pelaksanaan patroli tersebut.

Petugas memastikan bahwa pengamanan garis pantai berjalan dengan lancar tanpa adanya ancaman berarti. Dari data yang dihimpun, sejumlah potensi tindak pidana maupun kecelakaan di wilayah perairan tercatat nihil. Kasus-kasus spesifik seperti kecelakaan laut (laka laut), aktivitas penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), penyelundupan manusia (people smuggling), hingga pertambangan liar (illegal mining) di kawasan pesisir sama sekali tidak ditemukan.

Kondisi alam di perairan Lombok Barat pada hari itu juga dilaporkan sangat bersahabat guna mendukung mobilitas warga. Berdasarkan pantauan visual dan data meteorologi setempat, keadaan cuaca berada dalam kondisi cerah. Selain itu, tinggi gelombang terpantau landai dengan kecepatan angin berkisar antara 4 hingga 6 knot, meskipun kondisi air laut saat itu sedang dalam keadaan surut. Pihak kepolisian tetap mengimbau warga dan nelayan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *