Berita

Kapolda NTB Ziarah ke Makam Raja Kesultanan Bima Dana Traha dan Kunjungi Museum Asi Mbojo

×

Kapolda NTB Ziarah ke Makam Raja Kesultanan Bima Dana Traha dan Kunjungi Museum Asi Mbojo

Share this article

Kota Bima, NTB – Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTB Ny. Widhy Kalingga beserta rombongan Pejabat Utama (PJU) Polda NTB melaksanakan ziarah ke Makam Raja Kesultanan Bima di Dana Traha serta mengunjungi Museum Asi Mbojo, Senin (1/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah, budaya, serta nilai-nilai perjuangan para Raja dan Kesultanan Bima yang telah memberikan kontribusi besar dalam membangun peradaban dan identitas masyarakat Bima.

Dalam kegiatan itu, Kapolda NTB dan rombongan turut didampingi Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., Ketua Bhayangkari Cabang Bima Kota, Wakapolres Bima Kota Kompol Dedy Supriyadi, S.H., serta para Pejabat Utama Polres Bima Kota.

Prosesi ziarah berlangsung khidmat dengan diawali doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pendahulu yang telah berjasa bagi daerah Bima. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan para Raja Kesultanan Bima sekaligus menumbuhkan semangat menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan kepada generasi penerus.

Usai melaksanakan ziarah, Kapolda NTB beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Museum Asi Mbojo yang merupakan salah satu ikon sejarah dan kebudayaan masyarakat Bima. Di museum tersebut, Kapolda berkesempatan melihat secara langsung berbagai koleksi benda bersejarah peninggalan Kesultanan Bima, mulai dari artefak kerajaan, dokumen bersejarah, hingga berbagai peninggalan budaya yang menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Bima.

Kunjungan tersebut juga menjadi sarana edukasi dan pengenalan sejarah daerah, sekaligus bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Bima dan Nusa Tenggara Barat secara umum.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa kehadiran Kapolda NTB bersama rombongan di Dana Traha dan Museum Asi Mbojo merupakan wujud penghormatan terhadap sejarah dan budaya lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Bima.

“Melalui ziarah ke Makam Raja Kesultanan Bima di Dana Traha dan kunjungan ke Museum Asi Mbojo, Kapolda NTB menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian nilai-nilai sejarah, budaya, serta mempererat hubungan antara institusi Polri dengan masyarakat melalui penghormatan terhadap kearifan lokal dan warisan budaya daerah,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh nuansa kebersamaan, mencerminkan sinergi yang harmonis antara Polri dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan warisan sejarah dan budaya Bima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…