Berita

Patroli Mobile dan Dialogis, Polsek Langgudu Cegah 3C dan Gangguan Keamanan

×

Patroli Mobile dan Dialogis, Polsek Langgudu Cegah 3C dan Gangguan Keamanan

Share this article

Bima, NTB – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, Regu Pamapta II Polsek Langgudu Polres Bima Kota melaksanakan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Cipta Kondisi (Cipkon), Sabtu malam (23/5/2026) sekitar pukul 21.30 WITA.

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan secara mobile dan dialogis dengan menyasar wilayah Desa Karumbu, Desa Rompo dan Desa Waworada, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, dengan sasaran masyarakat umum dan para pemuda.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto S.I.K., M.M melalui Kasi Humas Polres Bima Kota IPDA Baiq Fitria Ningsih menjelaskan bahwa patroli KRYD Cipkon dilakukan sebagai upaya preventif guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Langgudu.

“Pada hari Sabtu tanggal 23 Mei 2026 pukul 21.30 WITA, personel Regu Pamapta II Polsek Langgudu melaksanakan patroli KRYD cipta kondisi secara mobile dan dialogis di sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas, khususnya di wilayah Desa Karumbu, Rompo dan Waworada,” jelas IPDA Baiq Fitria Ningsih.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pendekatan secara humanis dengan menyambangi warga yang sedang berkumpul serta berdialog langsung dengan kelompok pemuda guna menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara persuasif.

Selain memberikan imbauan agar masyarakat tetap menjaga keamanan lingkungan, personel juga melakukan pemantauan situasi dan aktivitas masyarakat guna mengantisipasi terjadinya tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor, maupun gangguan keamanan lainnya.

Melalui kegiatan patroli rutin tersebut, diharapkan tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…