Bali NusraBeritaBerita NTBBreaking NewsBudayaDaerahKLULombokLombok UtaraLotaraNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanPeristiwaSinergitas Pemda TNI POLRI

Warga Membludak! Pengecoran Jembatan Garuda Dikebut Tanpa Henti

×

Warga Membludak! Pengecoran Jembatan Garuda Dikebut Tanpa Henti

Share this article

Lombok Utara, NTB – Semangat kebersamaan terpancar jelas di Dusun Gitak Demung, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga. Di bawah terik matahari, puluhan warga bersama personel TNI anggota Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-10/Gangga tampak bahu-membahu mengaduk semen, mengangkat ember berisi material, hingga mengoperasikan mesin molen untuk mempercepat proses pengecoran pondasi Jembatan Perintis Garuda Inisaiasi Presiden Prabowo, Jum’at (1/5/2026).

 

Pemandangan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat. Tanpa sekat, warga dari berbagai kalangan turut ambil bagian, mulai dari menyiapkan campuran semen, pasir, dan kerikil hingga menuangkan adukan ke titik pondasi di dua sisi jembatan. Aktivitas ini menjadi bukti kekuatan gotong royong yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat.

 

Pembangunan jembatan yang merupakan inisiasi Presiden Prabowo Subianto ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat wilayah binaan Koramil 1606-10/Gangga. Keterlibatan warga dalam jumlah besar dinilai sangat membantu percepatan proses pembangunan, khususnya pada tahap krusial pengecoran pondasi.

 

Babinsa Desa Genggelang, Serda Budianto, mengatakan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi faktor utama kelancaran pekerjaan di lapangan. Meski pekerjaan fisik tergolong berat, semangat kebersamaan mampu mengatasi berbagai kendala.

“Antusias warga sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa jembatan ini memang sangat dinantikan. Dengan kerja sama seperti ini, proses pengecoran pondasi di dua sisi bisa berjalan lebih cepat dan maksimal,” ujarnya di sela kegiatan.

 

Hal senada disampaikan Kepala Dusun Gitak Demung, Syamsul. Ia mengaku bangga melihat kekompakan warganya yang secara sukarela terlibat dalam pembangunan.

“Ini bukan hanya tentang membangun jembatan, tapi juga membangun harapan. Jembatan ini akan membuka akses, memperlancar aktivitas warga, dan tentu berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

 

Dengan progres pengecoran yang terus digenjot, Jembatan Perintis Garuda diharapkan segera berdiri kokoh dan menjadi penghubung vital bagi masyarakat. Lebih dari itu, pembangunan ini menjadi simbol kuat bahwa kebersamaan antara TNI dan rakyat mampu menghadirkan perubahan nyata bagi daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…