Bali NusraBeritaDaerahKLULingkunganLombokLombok UtaraLotaraNasionalNewsNewsbeatNTBPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRI

Jumat Bersih di Dangiang, Semangat Gotong Royong Kembali Hidup

×

Jumat Bersih di Dangiang, Semangat Gotong Royong Kembali Hidup

Share this article

Lombok Utara, NTB – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terasa hangat di Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kegiatan Jumat Bersih yang digelar di area kantor desa menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Jum’at (24/4/2026).

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Komunikasi Sosial (Komsos) yang rutin anggota Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-11/Kayangan dilaksanakan guna membangun kedekatan serta kepedulian bersama terhadap lingkungan. Dipimpin langsung oleh Komandan Koramil (Danramil) Kapten Inf Wakidi, yang melibatkan Sekertaris Kecamatan (Sekcam) Kayangan Raden Sapardi, Kasi Trantib Zaenudin, Kepala Desa (Kades) Dangiang Haji Budi Hartono, serta perangkat desa dan anggota Koramil.

 

Dengan peralatan sederhana, para peserta membersihkan halaman kantor desa, merapikan saluran air, hingga mengangkut sampah yang selama ini mengganggu estetika lingkungan. Tidak hanya sekadar bersih-bersih, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi hangat antara aparat dan warga, mempererat tali silaturahmi yang selama ini terjalin.

 

Kapten Inf Wakidi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Bersih bukan hanya rutinitas, melainkan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Dari hal sederhana seperti ini, kita bisa menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan harmonis,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kades Dangiang Haji Budi Hartono mengapresiasi kehadiran TNI dan seluruh pihak yang terlibat. “kegiatan ini mampu membangkitkan kembali semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur masyarakat,” ucapnya.

 

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Lebih dari sekadar membersihkan lingkungan, Jumat Bersih di Desa Dangiang menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi dan kepedulian bersama mampu menciptakan perubahan positif yang nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…