Berita

Perkuat Kedisiplinan Internal, Si Propam Polres Sumbawa Gelar Gaktibplin di Lima Polsek Jajaran

×

Perkuat Kedisiplinan Internal, Si Propam Polres Sumbawa Gelar Gaktibplin di Lima Polsek Jajaran

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) Polres Sumbawa melakukan inspeksi mendadak dalam rangka Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap personel di lima Polsek jajaran wilayah Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di Polsek Alas Barat, Polsek Alas, Polsek Buer, Polsek Utan, dan Polsek Rhee, Selasa pagi (21/04/2026).

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasi Propam Polres Sumbawa beserta anggota Si Propam ini dimulai pukul 07.00 WITA. Fokus pemeriksaan meliputi sikap tampang, kelengkapan administrasi perorangan (KTP, SIM, KTA, NPWP), atribut Pakaian Dinas PNPP, hingga kelengkapan surat serta fisik kendaraan bermotor milik anggota.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kasi Propam AKP Ketut Puja, menekankan pentingnya bagi setiap anggota untuk menjaga netralitas dan integritas di tengah situasi global saat ini. Sehubungan dengan dampak konflik Iran-Israel yang berpotensi memicu kelangkaan BBM, seluruh personel dilarang keras terlibat dalam bisnis atau praktik ilegal terkait bahan bakar minyak.

“Anggota diingatkan untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, aktivitas judi online (judol), serta pinjaman online (pinjol). Sisi etika dan perilaku juga menjadi sorotan, di mana personel diminta menghindari kasus perselingkuhan, menjauhi tindakan kekerasan terhadap junior, hingga larangan melakukan live streaming di media sosial menggunakan fasilitas kantor maupun saat mengenakan seragam dinas.” tegas Kasi Propam.

Guna memastikan komitmen pemberantasan judi online, Si Propam melakukan pemeriksaan mendalam terhadap ponsel milik seluruh personel Polsek jajaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tim tidak menemukan adanya aplikasi maupun aktivitas perjudian digital di perangkat milik anggota.

Kasi Propam juga menginstruksikan kepada para Kapolsek dan Kanit untuk senantiasa melaksanakan Pengawasan Melekat (Waskat) terhadap anggotanya masing-masing. Hal ini bertujuan agar setiap potensi pelanggaran dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.

“Bagi personel yang kedapatan memiliki kekurangan, seperti masa berlaku SIM atau pajak kendaraan yang telah habis, kami berikan teguran keras dan diperintahkan untuk segera melakukan pengurusan. Sebagai bentuk pembinaan fisik dan efek jera, para pelanggar diberikan sanksi disiplin berupa push-up sebanyak 30 kali di tempat.” jelas AKP Ketut Puja.

Seluruh rangkaian kegiatan Gaktibplin berakhir dengan aman dan lancar. Melalui kegiatan rutin ini, Polres Sumbawa berkomitmen untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme personel demi memberikan pelayanan terbaik serta menjaga kepercayaan masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Sumbawa. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…