Berita

Aksi Nyata Bhayangkari NTB di Lombok Timur: Bantuan Kursi Roda hingga Program Sosial

×

Aksi Nyata Bhayangkari NTB di Lombok Timur: Bantuan Kursi Roda hingga Program Sosial

Share this article

‎Lombok Timur — Kegiatan bakti sosial yang digelar Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah NTB, Ny. Uty Edi Murbowo, berlangsung hangat dan penuh kepedulian di Sekretariat Yayasan Kemanusiaan Mari Peduli, Dusun Pesugulan, Desa Sapit, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (21/4/2026) sore.
‎
‎Agenda yang dimulai sekitar pukul 15.25 WITA ini diisi dengan penyerahan bantuan kemanusiaan, termasuk kursi roda untuk korban kecelakaan, serta ramah tamah bersama pengurus yayasan dan masyarakat setempat.
‎
‎Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial Bhayangkari terhadap masyarakat yang membutuhkan.
‎
‎“Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah NTB kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga yang membutuhkan,” ujar Rusmaladi.
‎
‎Kedatangan Ny. Uty Edi Murbowo di lokasi sekitar pukul 15.28 WITA disambut langsung oleh pengurus Yayasan Kemanusiaan Mari Peduli, Bripka Agus Salim, bersama jajaran Bhayangkari Cabang Lombok Timur dan Ranting Suela.
‎
‎Suasana hangat langsung terasa sejak awal kegiatan. Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Amaq Indah, sebelum dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah NTB.
‎
‎Dalam sambutannya, Ny. Uty mengaku tidak menyangka akan mendapat sambutan meriah dari masyarakat, mengingat kunjungannya awalnya hanya bersifat singgah.
‎
‎“Saya tidak menyangka akan disambut dengan sangat antusias dan meriah seperti ini. Awalnya saya hanya berencana mampir ke tempat Pak Agus Salim,” ujarnya.
‎
‎Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Bripka Agus Salim yang dinilai konsisten menjalankan aksi sosial di luar tugasnya sebagai anggota Polri.
‎
‎Menurut Ny. Uty, dedikasi Bripka Agus Salim melalui Yayasan Kemanusiaan Mari Peduli menjadi contoh nyata pengabdian kepada masyarakat.
‎
‎Ia menyebut berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari bantuan kursi roda, tongkat bagi penyandang disabilitas, bedah rumah, santunan anak yatim, hingga penyediaan ambulans gratis.
‎
‎“Walaupun sibuk sebagai anggota Polri, beliau masih sempat berbuat untuk kemanusiaan. Ini patut diapresiasi karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
‎
‎Tak hanya itu, yayasan tersebut juga aktif dalam mendukung sektor pendidikan, yang dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat.
‎
‎Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan bantuan kursi roda kepada Alfian, korban kecelakaan, serta bantuan sosial lainnya secara simbolis. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah NTB, didampingi Bripka Agus Salim.
‎
‎Momentum tersebut menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam kegiatan, di mana bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban penerima.
‎
‎Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan antara Bhayangkari, aparat kepolisian, dan masyarakat.
‎
‎Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 15.55 Wita, Setelah itu, rombongan Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah NTB melanjutkan perjalanan menuju wilayah Sembalun.
‎
‎IPTU Lalu Rusmaladi memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.
‎
‎“Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar serta mendapat respons positif dari masyarakat,” pungkasnya
‎
‎Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bhayangkari dalam mendukung program kemanusiaan dan memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat.
‎
‎Melalui aksi nyata seperti ini, diharapkan sinergi antara institusi kepolisian, organisasi Bhayangkari, dan masyarakat dapat terus terjalin, sekaligus menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan di tengah kehidupan sosial.
‎

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…