Berita

Polres Bima Kota Gelar TKJ Semester I 2026, Wujudkan Personel Prima dan Profesional

×

Polres Bima Kota Gelar TKJ Semester I 2026, Wujudkan Personel Prima dan Profesional

Share this article

Kota Bima, NTB (18 April 2026) – Guna memastikan kebugaran serta kesiapan fisik personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, Polres Bima Kota menggelar Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) Berkala Semester I Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Presisi Polres Bima Kota pada Sabtu (18/2/2026), dan diikuti oleh seluruh Perwira dan Bintara Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) AKP Husnain menyampaikan bahwa tes kesamaptaan jasmani merupakan bagian penting dalam pembinaan personel Polri yang dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan.

“Tes kesamaptaan jasmani ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi tolok ukur kesiapan dan kemampuan fisik setiap anggota. Dengan kondisi fisik yang prima, anggota akan lebih optimal dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujar AKP Husnain.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks menuntut setiap personel memiliki daya tahan tubuh, stamina, serta kesiapan mental yang baik. Oleh karena itu, melalui pelaksanaan TKJ ini diharapkan seluruh personel dapat terus menjaga kebugaran serta meningkatkan kualitas diri.

“Selain sebagai bahan evaluasi, hasil tes ini juga menjadi bagian dari sistem penilaian perorangan yang berpengaruh pada pembinaan karier anggota. Ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menciptakan personel yang profesional, disiplin, dan berintegritas,” tambahnya.

Adapun materi yang diujikan dalam TKJ meliputi lari selama 12 menit, push up, sit up, pull up/chinning, serta shuttle run (lari angka delapan). Seluruh peserta mengikuti tahapan tes sesuai dengan ketentuan dan standar penilaian yang berlaku di lingkungan Polri.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan. Sebelum tes dimulai, seluruh personel melaksanakan pemanasan guna menghindari risiko cedera, serta memastikan kesiapan fisik masing-masing peserta.

Dengan kondisi fisik yang sehat dan prima, anggota Polres Bima Kota diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Melalui kegiatan ini, Polres Bima Kota kembali menegaskan komitmennya dalam membangun personel yang profesional, humanis, dan presisi demi terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…