Berita

Sinergi Polri dan Petani, Distribusi Jagung Pipilan ke Gudang Bulog Gelogor Demi Ketahanan Pangan

×

Sinergi Polri dan Petani, Distribusi Jagung Pipilan ke Gudang Bulog Gelogor Demi Ketahanan Pangan

Share this article
Sinergi Polri dan Petani, Distribusi Jagung Pipilan ke Gudang Bulog Gelogor Demi Ketahanan Pangan

Kepolisian Resor Lombok Barat terus menunjukkan komitmen nyata dalam mengawal program strategis pemerintah, khususnya di sektor pangan. Langkah ini diwujudkan melalui pengawalan ketat terhadap pendistribusian komoditas jagung pipilan dari petani lokal menuju Gudang Bulog, guna memastikan stabilitas pasokan pangan nasional tetap terjaga dengan kualitas yang mumpuni.

Pengawalan Ketat Distribusi Jagung di Labuapi

Pada Sabtu, 11 April 2026, sebuah langkah konkret dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional terlaksana di wilayah hukum Polsek Labuapi. Dimulai pada pukul 10.52 WITA, personel kepolisian melakukan pengawalan terhadap pengiriman jagung pipilan kering dari Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Komoditas ini merupakan hasil jerih payah petani setempat yang kini diarahkan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah melalui Perum BULOG.

Kegiatan ini bukan sekadar proses pengiriman barang biasa, melainkan bagian dari skema besar Polri dalam menjamin kelancaran rantai pasok pangan. Kehadiran pihak kepolisian di tengah masyarakat petani memberikan rasa aman sekaligus memastikan bahwa harga yang diterima petani sesuai dengan ketetapan pemerintah, terhindar dari praktik spekulan yang merugikan.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran Polri saat ini sangat krusial dalam mendampingi sektor pertanian. Pihaknya memastikan setiap butir komoditas yang diserap oleh negara telah melalui proses yang transparan dan aman sejak dari gudang petani hingga ke pintu gudang Bulog.

“Kami hadir untuk memastikan program ketahanan pangan ini berjalan optimal di tingkat bawah. Pengawalan ini bertujuan untuk memberikan kepastian kepada petani bahwa hasil bumi mereka terserap dengan baik oleh negara melalui mekanisme yang benar,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa.

Memenuhi Standar Kualitas Ketat Bulog

Dalam proses pendistribusian tersebut, aspek kualitas menjadi prioritas utama. Sebelum diberangkatkan dari gudang milik Saudara Sahril di Desa Bagik Polak, telah dilakukan pengecekan kadar air awal terhadap komoditas jagung milik petani bernama Ahmad Safii. Hasil pengecekan menunjukkan angka 13,0%, sebuah angka yang ideal mengingat syarat maksimal yang ditetapkan oleh Bulog adalah 14,0%.

Setelah dipastikan memenuhi kriteria, sebanyak 1.000 Kilogram atau 1 Ton jagung pipilan kering diangkut menuju Gudang Bulog Gelogor, Kediri. Ahmad Safii, selaku petani, menyatakan dukungannya terhadap langkah Polsek Labuapi yang mengarahkan penjualan hasil panennya ke Bulog dengan harga pemerintah sebesar Rp6.400,- per kilogram. Harga ini dinilai cukup kompetitif dan memberikan jaminan keuntungan yang layak bagi para petani di tengah fluktuasi harga pasar.

Iptu I Nyoman Rudi Santosa kembali menjelaskan bahwa pemantauan kualitas tetap dilakukan hingga titik akhir distribusi. Setibanya di lokasi tujuan, dilakukan pengecekan kadar air final oleh pihak Gudang Bulog Dasan Cermen. Hasil akhir menunjukkan angka 14,0%, yang berarti komoditas tersebut tetap berada dalam koridor standar kualitas nasional dan layak untuk disimpan sebagai cadangan strategis.

“Pengecekan kadar air adalah langkah vital. Kami ingin memastikan bahwa jagung yang masuk ke gudang pemerintah adalah produk berkualitas tinggi. Dengan kadar air final 14,0%, jagung tersebut telah dinyatakan sesuai standar dan resmi disimpan di Gudang Gelogor,” tambah Kapolsek Labuapi.

Kolaborasi Strategis untuk Stabilitas Nasional

Kegiatan yang berakhir pada pukul 12.00 WITA ini berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Bagik Polak, Aipda Marwan, di lokasi pendistribusian menjadi bukti kedekatan Polri dengan masyarakat agraris. Sinergi antara kepolisian, pemilik gudang, dan petani menjadi kunci keberhasilan penyaluran komoditas strategis ini.

Program kerja sama dengan Perum BULOG Mataram ini diharapkan dapat terus berlanjut guna memperkuat stok pangan di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Lombok Barat. Dengan terjaminnya ketersediaan jagung pipilan, diharapkan sektor-sektor terkait seperti peternakan juga mendapatkan dampak positif secara berantai. Polri akan terus konsisten mengawal setiap tahapan program ketahanan pangan demi mewujudkan kemandirian bangsa di sektor agraria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Humanis dan Persuasif, Polres Dompu Selesaikan Aksi Protes Warga Melalui Dialog Dompu, 14 Juli 2026 – Polres Dompu melalui Polsek Woja bergerak cepat merespons aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat di Lingkungan Dore, tepatnya di depan Apotek Ilham dan Cabang PDAM Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, pada Sabtu (11/7/2026) malam. Aksi tersebut dilakukan oleh keluarga korban bersama warga yang menuntut percepatan penanganan dua perkara yang telah dilaporkan ke Polres Dompu, yakni dugaan pelemparan terhadap Muh. Julfikar alias Memet serta dugaan penganiayaan terhadap Imam Hambali alias Jery. Menindaklanjuti aksi tersebut, Kapolsek Woja IPTU M. Norkurniawan, S.H., bersama personel segera mendatangi lokasi untuk melakukan dialog dan negosiasi dengan perwakilan keluarga korban. Dalam kesempatan itu dijelaskan bahwa kedua perkara masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan oleh Satreskrim Polres Dompu sesuai prosedur hukum yang berlaku. Pihak keluarga juga diimbau agar memberikan kesempatan kepada penyidik untuk mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, serta mengungkap fakta-fakta yang berkaitan dengan perkara tersebut. Selanjutnya, Kabag Ops Polres Dompu AKP Sudirman, S.H., M.M., bersama penyidik Satreskrim Polres Dompu didampingi Kapolsek Woja menemui keluarga kedua korban secara bergantian untuk memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara. Polisi juga meminta dukungan masyarakat apabila memiliki informasi atau saksi yang dapat membantu proses penyelidikan, termasuk upaya pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Setelah menerima penjelasan tersebut, keluarga korban bersama masyarakat memahami proses hukum yang sedang berjalan dan memberikan waktu kepada penyidik untuk bekerja secara profesional. Blokade jalan kemudian dibuka kembali sehingga arus lalu lintas kembali normal, aman, dan lancar. Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan bahwa Polres Dompu memahami harapan keluarga korban agar perkara dapat segera terungkap. Namun demikian, setiap penanganan perkara pidana harus dilaksanakan secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang sah sesuai ketentuan hukum. “Kami mengapresiasi sikap masyarakat yang tetap mengedepankan komunikasi dan menerima penjelasan yang telah disampaikan. Polres Dompu berkomitmen menangani setiap laporan secara serius, profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif serta memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan,” ujar IPTU Nyoman. Polres Dompu menegaskan akan terus mengoptimalkan proses penyelidikan terhadap kedua perkara tersebut hingga memperoleh bukti yang cukup untuk mengungkap pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga di wilayah Kabupaten Dompu. Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu
Berita

Polres Dompu melalui Polsek Woja bergerak cepat merespons…