Berita

Bag SDM Polres Bima Kota Sosialisasikan Penerimaan Terpadu Anggota Polri T.A. 2026 di SMAN 4 dan SMAN 5 Kota Bima

×

Bag SDM Polres Bima Kota Sosialisasikan Penerimaan Terpadu Anggota Polri T.A. 2026 di SMAN 4 dan SMAN 5 Kota Bima

Share this article

Kota Bima, NTB (15 Maret 2026) – Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Bima Kota menggelar kegiatan sosialisasi Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 kepada para pelajar, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WITA tersebut berlangsung di Aula SMAN 4 Kota Bima dan SMAN 5 Kota Bima, serta dihadiri oleh para siswa-siswi bersama jajaran pimpinan sekolah.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kabag SDM Polres Bima Kota AKP Husnain, S.H., yang didampingi personel Bag SDM, membuka langsung kegiatan sosialisasi tersebut.

Dalam kesempatan itu dijelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu upaya Polres Bima Kota untuk memberikan informasi yang akurat dan transparan terkait tahapan serta persyaratan penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 kepada para pelajar yang berminat bergabung dengan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh personel Bag SDM Polres Bima Kota yang menjelaskan secara rinci mengenai berbagai jalur penerimaan anggota Polri, persyaratan administrasi, tahapan seleksi, hingga peluang karier yang dapat diraih melalui penerimaan terpadu Polri.

Selain memberikan informasi, personel Bag SDM juga memberikan motivasi kepada para siswa-siswi agar mempersiapkan diri sejak dini, baik dari segi fisik, kemampuan akademik, maupun mental, sehingga dapat mengikuti proses seleksi dengan maksimal.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Bima dan SMAN 5 Kota Bima beserta para Wakil Kepala Sekolah. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap melalui sosialisasi ini semakin banyak siswa-siswi yang memiliki minat untuk mengabdi kepada negara melalui institusi Polri.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para calon peserta penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 dapat memahami secara lebih baik mekanisme serta tahapan seleksi, sekaligus termotivasi untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…