Bali NusraBeritaBerita NTBBisnisDaerahEkbisEkonomiKeuanganLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Belum Diresmikan, KDKMP Langko Sudah Menggerakkan Ekonomi

×

Belum Diresmikan, KDKMP Langko Sudah Menggerakkan Ekonomi

Share this article

Lombok Barat, NTB – Meski belum diresmikan, kawasan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih KDKMP Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggaara Barat (NTB) wilayah teritorial Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram, telah lebih dulu menghadirkan denyut kehidupan ekonomi masyarakat. Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan, para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mulai menjajakan aneka dagangan di halaman KDKMP, menghadirkan suasana yang hangat sekaligus penuh harapan, Jum’at sore (27/2/2026).

Aroma takjil, jajanan tradisional, hingga menu berbuka puasa mengudara sejak sore hari. Warga yang melintas pun singgah, bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga untuk merasakan kebersamaan yang tumbuh dari semangat gotong royong.

Penggiat UMKM Desa Langko, Ibu Nurhayati, mengaku bersyukur dengan adanya kesempatan berjualan di lokasi tersebut. Dengan wajah penuh semangat, ia menuturkan bahwa Ramadan tahun ini terasa berbeda.

“Biasanya kami berjualan di depan rumah dengan pembeli terbatas. Sekarang alhamdulillah lebih ramai. Tempatnya strategis, pembeli banyak, dan kami merasa lebih percaya diri. Ini sangat membantu ekonomi keluarga di bulan Ramadan ini,” ujarnya.

Kepala Desa Langko, Mawardi, S.H., menilai inisiatif ini menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki daya juang tinggi dalam menggerakkan ekonomi lokal.

“Kami melihat antusiasme warga luar biasa. Walaupun KDKMP belum diresmikan, manfaatnya sudah dirasakan masyarakat. Pemerintah desa tentu mendukung penuh kegiatan positif seperti ini, apalagi di bulan Ramadan yang penuh berkah,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Langko yang juga seorang Anggota DPRD Provinsi NTB, Drs. H. M. Jamhur, M.Pd., menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM harus terus didorong.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Apa yang terjadi di halaman KDKMP ini adalah contoh nyata bagaimana ruang bisa dihidupkan oleh semangat masyarakat. Kita berharap ke depan fasilitas ini benar-benar menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial warga,” katanya.

Kehadiran tokoh agama TGH. Sazali, Lc.Ma., Ketua PKK Desa Langko Namiratul Fajriah, Ketua BPD Suhardi Idris, S.E., serta Siti Jakranah, S.Pd., yang memantau langsung kegiatan tersebut, semakin memperkuat kolaborasi lintas elemen di Desa Langko.

Dari tempat yang belum diresmikan tersebut, harapan justru telah tumbuh lebih dulu. Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga menjadi ruang kebangkitan ekonomi masyarakat. Di halaman KDKMP Langko, denyut UMKM berdetak, membawa optimisme baru bagi warga Lingsar, Lombok Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…